Reporter : Abe Suharjo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Pasca terjadinya insiden pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 beberapa waktu yang lalu. Penggurus NU Pasuruan Raya (PCNU Kota dan Kabupaten Pasuruan) mengeluarkan pernyataan sikap bahwa pihaknya dengan tegas menolak politisasi kalimat tauhid.
Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa Banser (Barisan Serba Guna) Ansor, tidak anti terhadap kalimat tauhid. Tapi yang ditolak oleh NU adalah politisasi kalimat tauhid, yang justru dijadikan sebagai alat provokasi dan adu domba ummat islam.
“Sangat tidak mungkin kalau Banser anti dengan kalimat tauhid. Yang kita tolak adalah politisasi kalimat tauhid, untuk dijadikan alat politik. Apalagi dijadikan sebagai alat mengadu domba antara sesama ummat Islam atau pun sesama ormas, ” ujar Wakil Rois PC NU Kabupaten Pasuruan, Habib Abu Bakar Hasan Assegaf, Kamis (25/10/2018) pagi.
Pada kesempatan yang sama, Habib Abu Bakar yang dibarengi Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin, serta Ketua PC NU Kota Pasuruan, KH Halim Mas’ud meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi yang berupa mengadu ummat Islam.
“Kami dari NU Pasuruan Raya meminta masyarakat khususnya warga nahdliyin. Agar dengan sabar menunggu hasil penanganan pihak kepolisian. Serta tetap tenang, dan jangan terpancing provokasi dari pihak manapun,” tutupnya. (rjo/gus).



















