Sabtu, 07 Maret 2026 – 12.27 | 714 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Setelah beberapa hari terakhir memantau situasi bahan bakar minyak (BBM) dari jarak jauh, Bupati Jember Muhammad Fawait akhirnya menyampaikan langsung kondisi pasokan energi di daerahnya dari Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).
Di hadapan jajaran kepolisian, Pertamina, Hiswana Migas, serta sejumlah organisasi perangkat daerah, Fawait menegaskan bahwa stok BBM di Kabupaten Jember berada dalam kondisi aman, bahkan cenderung melimpah.
Statement itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar untuk merespons lonjakan pembelian BBM di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan sempat muncul setelah beredarnya isu global mengenai potensi gangguan distribusi minyak dunia.
“Stok BBM kita aman, bahkan melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan,” ujar Fawait.
Menurutnya, laporan dari Pertamina menunjukkan pasokan BBM ke wilayah Jember justru terus ditambah untuk menjaga stabilitas distribusi. Pada Jumat (6/3/2026) Jember menerima tambahan sekitar 100 ribu liter BBM. Sehari kemudian, Sabtu (7/3/2026), pasokan kembali ditingkatkan sekitar 300 ribu liter.
Tambahan tersebut, kata Fawait, diproyeksikan mampu menjaga ketersediaan bahan bakar hingga masa mudik dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.
“Kami pastikan stok mencukupi sampai lebaran, bahkan setelahnya pun tetap tersedia,” katanya.
Lonjakan pembelian BBM beberapa hari terakhir sempat memicu antrean di sejumlah SPBU, terutama di kawasan perkotaan. Namun berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, tren pembelian mulai menurun dan kembali mendekati pola konsumsi normal.
Di beberapa SPBU di pusat kota, antrean kendaraan masih terlihat, meski tidak sepanjang sebelumnya. Sementara di wilayah pinggiran dan kecamatan luar kota, antrean relatif lebih singkat dan sebagian besar masih berada dalam area SPBU.
Untuk memastikan distribusi tetap terkendali, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Polres Jember, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan akan melakukan pengawasan langsung di lapangan.
Pengawasan ini juga ditujukan untuk mengantisipasi praktik penimbunan atau pembelian BBM dalam jumlah besar oleh oknum tertentu yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Kalau ada yang membeli dalam jumlah besar dengan tujuan menimbun atau mempermainkan harga, tentu akan kami tindak bersama aparat penegak hukum,” kata Fawait tegas.
Pemerintah daerah juga memantau harga BBM di tingkat pengecer. Bersama aparat kepolisian hingga tingkat polsek, tim pemantau akan memastikan tidak ada praktik kenaikan harga yang tidak wajar di lapangan.
Fawait mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Menurutnya, situasi pasokan BBM di Jember sejauh ini tetap stabil dan tidak terpengaruh secara langsung oleh dinamika global.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa. Apalagi ini bulan Ramadan, mari kita jaga suasana tetap kondusif,” tandasnya. (dan/ian).

















