Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 7 Jan 2026

Swasembada Pangan Diumumkan Presiden, Bupati Fawait Siap Kembalikan Jember Jadi Lumbung Pangan


Swasembada Pangan Diumumkan Presiden, Bupati Fawait Siap Kembalikan Jember Jadi Lumbung Pangan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting yang disambut penuh optimisme oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Dari Pendapa Wahyawibawagraha, Rabu (7/1/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait memimpin para penyuluh dan petani mengikuti Panen Raya Nasional secara daring, sekaligus menegaskan tekad Jember untuk kembali menjadi lumbung pangan utama di Jawa Timur.

Kegiatan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu diikuti sekitar dua juta petani dari seluruh Indonesia melalui konferensi video serentak. Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya komoditas beras dan jagung, setelah melalui kerja keras lintas sektor sepanjang 2025.

Usai mengikuti paparan Presiden, Bupati Fawait menyampaikan rasa syukur sekaligus menjadikan capaian nasional tersebut sebagai pemantik semangat daerah.

“Kita bersyukur akhirnya Indonesia kembali swasembada pangan di tahun 2025. Ini menjadi penyemangat besar bagi Jember yang dulu pernah menjadi nomor satu di Jawa Timur. Insyaallah, itu akan kita kejar lagi,” ujar Fawait kepada awak media.

Menurutnya, keberhasilan nasional tersebut tidak bisa dilepaskan dari keberpihakan anggaran pemerintah pusat kepada sektor pertanian, termasuk kepada Kabupaten Jember. Ia menyebut, perhatian anggaran yang mengalir ke Jember merupakan yang terbesar dalam lebih dari empat dekade terakhir.

“Anggaran sektor pertanian di Jember, baik dari pusat maupun kabupaten, adalah yang terbesar dalam 40 tahun terakhir. Dari pusat saja, perhatian untuk Jember mencapai Rp149 miliar. Ini angka yang sangat besar dan menunjukkan keberpihakan luar biasa kepada petani Jember,” tegasnya.

Fawait menilai, momentum swasembada pangan nasional harus dimanfaatkan Jember untuk melakukan lompatan besar. Pemerintah daerah, kata dia, akan menggandeng perguruan tinggi untuk memberikan masukan konkret dan berbasis riset demi mempercepat kebangkitan sektor pertanian.

“Ke depan kami akan menggandeng kampus-kampus agar memberi masukan konkret. Target kami jelas, Jember kembali menjadi lumbung pangan Jawa Timur, bahkan nasional,” katanya.

Ia juga membeberkan langkah konkret yang akan ditempuh pada 2026, salah satunya melanjutkan program optimalisasi lahan seluas 6.000 hektare. Namun, Fawait tak menutup mata terhadap tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian di daerahnya.

“Infrastruktur pertanian kita 70 persen rusak. Ini pekerjaan rumah yang sangat berat. Selama 10 tahun terakhir, anggaran untuk infrastruktur pertanian dan pendidikan tidak mencukupi,” ungkapnya.

Bupati Fawait menyebut kondisi tersebut sejalan dengan persoalan infrastruktur lain yang juga tengah dibenahi, mulai dari 1.531 gedung sekolah rusak berat hingga kerusakan jalan kabupaten yang membutuhkan anggaran sekitar Rp1,2 triliun.

Meski demikian, Fawait menegaskan tidak akan berkecil hati. Ia mencontohkan, pada 2025 sektor pendidikan justru mencatatkan salah satu pembangunan terbesar dalam sejarah Jember, termasuk tambahan program revitalisasi sekolah terbesar se-Indonesia.

“Di sektor pertanian pun kita dapat perhatian besar. Ini bagian dari ikhtiar bersama seluruh elemen di Jember untuk meyakinkan pemerintah pusat bahwa Jember sangat penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan bahwa swasembada pangan adalah fondasi kedaulatan negara. Ia menyebut kehadiran jutaan petani, baik secara langsung maupun daring, sebagai simbol persatuan nasional dalam membangun kemandirian pangan.

Menteri Pertanian yang turut mendampingi Presiden menjelaskan bahwa capaian swasembada didukung oleh program pompanisasi, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, serta optimalisasi lahan rawa sepanjang 2025.

Demonstrasi penggunaan alat mesin pertanian modern juga ditampilkan sebagai bagian dari transformasi pertanian nasional.

Bagi Jember, pengumuman swasembada pangan nasional bukan sekadar seremoni. Di tangan Bupati Fawait, momentum ini dijadikan titik tolak untuk mengembalikan identitas Jember sebagai daerah agraris yang kuat, berdaulat, dan kembali menjadi rujukan pangan di Jawa Timur. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Honda BeAT Day 2026 Perkuat Sinergi Komunitas dan Kebersamaan Bikers

16 Februari 2026 - 16:40

Diduga Jadi Tempat Maksiat, Puluhan Warung di Pasuruan Diobok-obok Satpol PP

16 Februari 2026 - 16:27

Update Banjir Jember: 7.445 KK Terdampak, Pemkab Fokus Pemulihan dan Waspada Cuaca Ekstrem

16 Februari 2026 - 16:21

Luar Biasa! 36 Ribu Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Kemenag: Bukan Lagi Sekolah Alternatif

16 Februari 2026 - 16:18

Ribuan Warga Padati Lapangan Mangli, Launching All New Vario 125 Street di Jember Berlangsung Meriah

16 Februari 2026 - 07:24

Scoopy Romantic Music Corner Hadirkan Nuansa Hangat Akhir Pekan di Kayutangan Heritage Malang

16 Februari 2026 - 07:19

Trending di Kabar Otomotif