Sudah Siapkah Kamu Disuntik Vaksin Korona? Yuk, Intip Apa Saja Syaratnya

Jakarta, Kabarpas.com – Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin korona. Proses vaksinasi kepada Presiden Jokowi tersebut dilaksanakan oleh Dokter Kepresidenan di Istana Kepresidenan Jakarta. Rabu, (13/1/2021) pagi.

Proses penyuntikan vaksin tersebut berlangsung singkat. Bahkan, usai disuntik vaksin korona, Presiden Jokowi mengaku tidak terasa sakit sekali.

“Enggak terasa sama sekali,” ujar Presiden Jokowi melalui sebuah video yang ditayangkan secara live melalui salah satu televisi nasional tersebut.

Nah, buat dulur-dulur Kabarpas apakah sudah siap untuk disuntik vaksin korona? Yuk, intip apa saja syaratnya.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/4/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Berikut ini syarat-syaratnya:

  • Tidak pernah terpapar Covid-19.
  • Suhu tubuh penerima harus di bawah 37,5 derajat celcius. Jika lebih dari itu maka pasien dinilai sedang demam dan pemberian vaksin harus ditunda. Penundaan dilakukan hingga pasien sembuh dan terbukti tidak menderita Covid-19.
  • Tekanan darah harus di bawah 140/90 mmHg. Jika lebih maka vaksin corona tidak diberikan.
  • Jika dalam kondisi hamil, menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis maka vaksinasi tidak diberikan.
  • Bagi penderita diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen maka vaksinasi tidak diberikan.
  • Tidak memiliki penyakit paru seperti asma dan TBC. Pasien TBC dalam pengobatan dapat diberikan vaksinasi, minimal setelah dua minggu mendapat obat anti Tuberkulosis.
  • Tidak menderita HIV. Jika menderita HIV tanyakan angka CD4-nya. Bila CD4 <200 atau tidak diketahui maka vaksinasi tidak diberikan. (***/tin).