Pasuruan, Kabarpas.com – Wali Kota Pasuruan, Mas Adi, bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pasuruan yang menjadi SPPG ke-14 di Kota Pasuruan, pada Rabu (7/01/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin merata di Kota Pasuruan.
Kegiatan peresmian tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Camat Panggungrejo, Lurah Karanganyar, jajaran Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Adi menjelaskan bahwa SPPG Polres Pasuruan merupakan SPPG ke-14 dari total kebutuhan 32 SPPG yang direncanakan untuk mendukung pemerataan distribusi MBG di seluruh wilayah Kota Pasuruan.
“Ini merupakan SPPG dengan grade A, karena selain bangunannya luas, juga dilengkapi dengan fasilitas tempat istirahat bagi petugas SPPG,” ujar Mas Adi.
Distribusi MBG dari SPPG Polres Pasuruan difokuskan untuk sekolah-sekolah di wilayah Kelurahan Karanganyar, di antaranya SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 4 Pasuruan, SD Negeri Karanganyar, SD Islam, SMP dan SMA Islam, serta TK dan SD Al Irsyad, dan sekolah lainnya di sekitarnya.
Mas Adi menegaskan bahwa sasaran Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya terbatas pada anak-anak sekolah, tetapi juga menyasar lansia, anak jalanan, serta ibu hamil sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Menurutnya, MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan bagian dari pemenuhan gizi yang terukur dan berkelanjutan, sehingga diharapkan mampu menekan angka stunting di Kota Pasuruan.
“MBG ini bukan hanya soal makan, tetapi soal pemenuhan gizi. Harapannya, ke depan tidak ada lagi stunting di Kota Pasuruan,” jelasnya.
Selain berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, Mas Adi juga menambahkan bahwa keberadaan SPPG memiliki dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Ia menyebutkan bahwa setiap SPPG dapat menyerap sekitar 47 tenaga kerja. Dengan target 32 SPPG, maka total tenaga kerja yang dapat terserap mencapai 1.504 orang, sehingga berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kota Pasuruan.
“Saya sudah sampaikan bahwa SPPG harus menyerap pekerja asli Kota Pasuruan. Saya juga berharap bahan baku SPPG bisa berasal dari UMKM dan para pengusaha di Kota Pasuruan,” tegas Mas Adi.
Dengan diresmikannya SPPG ke-14 ini, Pemerintah Kota Pasuruan optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin optimal, tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mewujudkan generasi emas Kota Pasuruan. (dit/ian).



















