Semarak Hari Santri 2020, PCNU Kota Pasuruan Gelar Serangkaian Kegiatan Unik dan Menarik

Pasuruan, Kabarpas.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri 2020. PCNU Kota Pasuruan bakal menggelar serangkaian kegiatan unik dan menarik. Di antaranya mulai dari seminar Santri Entrepreneur hingga Jambore Santri Husada.

“Ada berbagai kegiatan yang akan kami gelar untuk menyemarakkan Hari Santri 2020. Di antaranya yaitu Seminar Santri Entrepreneur (17 Oktober), Apel Hari Santri (22 Oktober), Pembacaan Shalawat Thibbil Qulub (22 Oktober), Jambore Santri Husada (28 Oktober), dan Khitanan Massal (29 Oktober),” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rochman kepada Kabarpas.com.

Ulama muda yang kerapkali akrab disapa Gus Amak ini menegaskan, kelima agenda yang sudah disebutkannya tersebut merupakan murni kegiatan PCNU Kota Pasuruan. “Ya, ini yang murni agenda kegiatan PCNU, kalau dengan yang lain ada 10 agenda,” imbuhnya.

Selain itu, Gus Amak juga menyampaikan bahwa dalam peringatan Hari Santri 2020 dengan tajuk “Santri Sehat Indonesia Kuat” ini, pihaknya mengelar rangkaian kegiatan dengan adaptasi new normal yang benar-benar sangat memperhatikan protokol kesehatan.

“Seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri 2020, sudah kami adaptasikan dengan kebiasaan baru (new normal version),” tegasnya kepada Kabarpas.com.

Di sisi lain, Gus Amak mengungkapkan bahwa penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri merupakan sebuah momentum penting untuk mengungkap sejarah bahwa ulama dan santri pondok pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengisi kemerdekaan.

“Harapan saya, peringatan Hari Santri dapat menjadi momentum untuk menggugah kesadaran bahwa para ulama dan santri berperan penting dalam perjalanan perjuangan kemerdekaan bangsa. Partisipasi para santri dalam membangun kemajuan bangsa harus mendapatkan ruang yang sama dengan kalangan lain, tidak boleh disisihkan atau diabaikan,” ungkapnya.

“Semoga para santri mendapat keberpihakan kebijakan yang proporsional sehingga bisa terus berperan aktif dalam pembangunan bangsa,” tambahnya. (***/hib).