Reporter: Agus Uwais Qorni
Editor: Agus Hariyanto
_______________________________________________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Operasi Simpatik Semeru 2017 resmi digulirkan. Program ini lakukan untuk meningkatkan simpatik masyakarat terhadap polisi lalulintas guna mendukung kebijakan promoter Kapolri, dalam rangka terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas di jalan raya.
Pantauan Kabarpas.com, Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Ries Andrianto Nugroho didampingi Kanitlaka Iptu Budi Hermawan dan Kanit Dikyasa Iptu Datik bersama sejumlah anggota lalulintas melakukan blusukan di dalam Pasar Banyuwangi. Di tempat tersebut, Korps Sabuk Putih ini memasang stiker maupun pamflet tentang tertib berlalulintas. Mereka juga berdialog dengan para pedagang pasar agar tidak lupa memperpanjang STNK maupun SIM sebelum habis jatuh tempo
Sebelumnya, kegiatan ini ditandai dengan Apel Gelar Pasukan yang melibatkan personil Polri, TNI dan Dinas Perhubungan Pemda Banyuwang. Dalam kesempatan itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto memimpin jalannya apel bersama yang digelar di Mapolres Banyuwangi.
“Bagi pelanggar akan diingatkan secara simpatik. Misalnya kesalahan tidak menyalakan lampu sepeda motor di siang hari. Bagi pengendara yang melakukan pelanggaran jenis ini akan diberi sanksi teguran,” jelasnya kepada Kabarpas.com, saat ditemui usai apel, Rabu (01/03/2017).
Kapolres menegaskan, pengendara yang tidak membawa surat-surat kendaraan juga luput dari sanksi tilang. Mereka hanya diberi arahan agar melengkapi diri dengan SIM maupun STNK selama dalam perjalanan. Termasuk tidak lupa mengenakan helm karena berfungsi untuk keselamatan diri dari ancaman maut.
“Operasi akan dilakukan oleh tim gabungan. Kerjasama antar instansi ini dalam rangka menyikapi jika ada pegawai atau personil dari institusi tersebut yang terjaring Operasi Simpatik Semeru 2017,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, program ini juga bertujuan menyadarkan para orang tua wali murid pelajar SMP maupun SMA yang belum mengantongi SIM agar tidak mengendarai sepeda motor sendirian ke sekolah. Pelajar turut menjadi sasaran razia demi mendukung program Pemda Banyuwangi yang tengah gencar menggulirkan Gerakan Sekolah Naik Sepeda Onthel.
“Angka kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak dibawah umur terutama pelajar cukup tinggi di Banyuwangi. Diharapkan operasi ini bisa menekan angka kasusnya sehingga bisa turun,” harap Kapolres.
Hal yang sama juga diberlakukan di sekitaran Pelabuhan Ketapang. Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Ketapang (KPT) yang bertugas di wilayah Pelabuhan ASDP maupun LCM akan melakukan pemeriksaan kendaraan secara ketat. Disamping pemeriksaan surat kendaraan, kosentrasi razia juga barang bawaan penumpang.
“Muatan kendaraan digeledah untuk memastikan bahwa barang yang dibawa bukan senjata tajam, bahan peledak, miras maupun binatang yang terlarang. Itu semua untuk memberi rasa aman dan nyaman warga dua pulau, yakni Jawa dan Bali,” tegas AKBP Agus Yulianto kepada Kabarpas.com. (ais/gus).













