Banyuwangi (Kabarpas.com) – Saluran pengaduan Pusat Perlindungan Anak (PPA) – Banyuwangi Children Center (BCC) mendapatkan tanggapan positif dari warga Bumi Blambangan. Tidak hanya warga dewasa yang mengadukan perlakuan kekerasan terhadap anak yang terjadi di sekitar lingkungannya, BCC juga menjadi tempat aduan langsung dari anak-anak yang mengalami permasalahan.
Seperti aduan yang dikirimkan oleh seorang anak sekolah dasar (SD) berinisial R di Wilayah Kecamatan Cluring. Lewat BCC, R berharap bisa dipertemukan dengan orang tua kandungnya. Kasus ini pun segera ditindak lanjuti oleh tim BCC di wilayah aduan berasal.
Camat Cluring, Yoppy Bayu Irawan mengatakan laporan dari R itu telah masuk ke saluran pengaduan BCC, dan pada hari itu juga ditindaklanjuti. Karena yang mengadu adalah siswa sekolah dasar, maka koordinasi pertama dilakukan dengan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan untuk mencari informasi menganai anak tersebut terkait keluarganya dan di mana dia tinggal.
“Setelah kami mendapatkan data dan alamat dari anak tersebut, hanya selang 2 jam, saya bersama kepala desa setempat segera mendatangi rumah di mana R tinggal untuk menggali keterangan lebih lanjut dari orang tua angkatnya. Pagi ini tadi (Senin 13/06/2016.red), kades bersama wali kelasnya juga mendatangi rumah kerabat R,” kata Yoppy kepada Kabarpas.com.
Ketika bertemu orang tua angkat R, mereka pun berdialog tentang permasalahan sebenarnya hingga R mengirimkan aduan ke BCC. Dikatakan Kepala Desa Cluring Sunarto, sebelum tinggal bersama keluarga orang tua angkatnya yang sekarang ternyata juga Kepala Sekolahnya, R sempat tinggal bersama kerabat yang diduga juga orang tuanya dan mendapat perlakuan kasar sehingga tidak betah dan melarikan diri. Akhirnya R diangkat anak oleh keluarga barunya dan mendapatkan perlakuan yang baik selama tiga tahun terakhir.
“Saat kami datangi, R ini sebenarnya ingin mencari orang tua kandungnya. Dia ingin tahu siapa orang tua kandungnya walaupun R ini sebenarnya betah tinggal dengan orang tua angkatnya. Namun, nampaknya dia juga ada kekuatiran terhadap kelanjutan pendidikannya” kata Sunarto.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Suparman wali kelas R. Menurut dia, R adalah anak yang pandai, namun sempat terbersit kekhawatiran akan kelanjutan sekolahnya.
Untuk itu, lanjut Yoppy, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait memahamkan tentang siapa orang tuanya. Karena untuk melakukan hal tersebut butuh pendamping khusus atau semcam konselor yang bisa menyampaikan sesuai dengan kondisi anak.
“Untuk pendidikannya, kami telah meminta orang tua asuhnya untuk bisa meyakinkan akan masa depannya. Dari pengakuan orang tua angkatnya, pengasuhan terhadap R bahkan melebihi anak kandungnya sendiri mengingat nasib R. Dan dia sanggup membiayai pendidikannya,” ujar Yoppy.
Selain kasus di atas, seminggu sebelumnya BCC juga menerima laporan dari siswi lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ingin melanjutkan pendidikan setara SMA namun terbentur biaya. Anak yatim piatu tersebut mengirim pesan pendek ke BCC tentang kondisinya yang tinggal bersama kakek dan nenek-nya yang pemulung.
Laporan ini, lanjut Yoppy, langsung ditindaklanjuti kecamatan dan Dinas Pendidikan untuk mendapatkan solusinya. “Anak tersebut sekarang langsung didaftarkan ke SMK Puspa Bangsa Cluring, dan langsung mendapatkan orang tua asuh yang bersedia menjamin pendidikannya hingga perguruan tinggi,” ujar Yoppy.
Orang tua asuh anak tersebut adalah Kunti, yang kebetulan juga kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cluring. Kunti merasa tergerak membantu anak ini lantaran tekad kuat yang dimiliki gadis tersebut untuk meraih masa depan, walau terbentur dengan kondisinya yang tidak memungkinkan.
“Saya merasa trenyuh melihat anak berprestasi namun tidak bisa melanjutkan pendidikannya. Dia ini hebat, tidak mau menyerah pendidikannya hanya terhenti di MTs. Makanya saya amat terpanggil, dan bersedia untuk membiayainya hingga kuliah. Jangakan jenjang S1, hingga S3 pun kalau memang dia sanggup akan saya biayai,” pungkas Kunti kepada Kabarpas.com. (dik/gus).














