Ketapang (Kabarpas.com) – Berbagai cara digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2016. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Sholihin, Kota Probolinggo.
Peringatan HSN 2016 di Ponpes tersebut, tidak hanya dengan menggelar upacara seperti pada umumnya. Melainkan para santri di Ponpes ini, juga memperingati hari santri nasional dengan melakukan aksi teatrikal santri perang melawan para penjajah.
Dalam teaterikal itu ditunjukkan, ribuan santri perang melawan penjajah. Itu dilakukan setelah adanya fatwa dan resolusi jihad Nahdlatul Ulama (NU). Yakni, muslim yang berada dalam radius 90 kilometer dari Surabaya (lokasi perang), wajib untuk berjihad. Sedangkan bagi muslim yang berada di luar radius 90 kilometer, kewajiban berjihad berlaku jika penjajah belum bisa dikalahkan.
Para santri Ponpes Riyadlus Sholihin yang ikut dalam melakukan teatrikal tersebut, menggunakan alat alakadarnya. Yakni, seperti pelepah pisang yang disulap menjadi senjata api mainan. Serta air dalam kantong plastik diibaratkan granat yang dilempar ke arah penjajah.
Sontak saja, apa yang dilakukan oleh para santri Ponpes Riyadlus Sholihin ini, mengundang perhatian sejumlah warga dan peserta upacara Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di halaman Ponpes tersebut. Tak terkecuali Kasdim 0820 Probolinggo, Mayor Infatri Teguh yang saat itu bertindak sebagai pembina upacara.
“Saya sangat mengapresiasi aksi teatrikal yang dimainkan oleh para santri di sini. Ini jadi pengingat arti perjuangan santri melawan penjajah, dan harus dihayati dalam konteks kekinian,” kata Kasdim 0820 Probolinggo, Mayor Infanteri Teguh, saat ditemui Kabarpas.com di lokasi, Sabtu (22/10/2016).
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Riyadhlus Solihin Habib Hadi Zainal Abiddin mengaku, sudah selayaknya ada hari santri nasional. Sebab menurutnya, santri pada zaman dulu ikut juga dalam membela tanah air dari rongrongan penjajah. “Santri juga berperan menyebarkan ajaran toleran dan merawat kerukunan umat beragama,” ungkap pria Anggota Komisi XI DPR-RI ini. (sam/gus).



















