Saatnya Figur Perempuan Jadi Ketua Ika PMII Pasuruan

Oleh : Makhfud Syawaludin

KABARPAS.COM – SEWAKTU menerima dan membaca polling tentang ‘Calon Ketua PC IKA PMII Pasuruan Periode 2022-2027’ di berbagai Group WhatsApp, tiba-tiba teringat dengan SCL, Survei Cak Lontong.

Dengan pengantar yang meyakinkan, Cak Lontong menyebutkan telah mensurvei dari 100 orang responden. Hasilnya, 100% menyatakan Ahok terpilih sebagai Gubernur. Tetapi, 100 responden itu seluruhnya adalah Tim Sukses Ahok-Djarot.

Semacam menegaskan secara pribadi, polling itu hanya untuk meramaikan rencana Musyawarah Cabang (Muscab) II Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Pasuruan. Sebab penulis yakin, pemilihan ketua IKA PMII Pasuruan akan dilakukan dengan cara yang lebih bijak, sebagaimana pemilihan ketua di periode 2016-2021. Yaitu dengan cara pemilihan Musyawarah Mufakat. Dimulai dengan pemilihan Tim Musyawarah. Selanjutnya, tim menetukan siapa ketua terpilih.

Terlepas dari itu semua, lalu dari niat serta tujuan dari pembuat polling, tiba-tiba juga penulis menyadari, betapa kuatnya dominasi partriaki dalam kehidupan kita saat ini. Bahwa tidak ada satu pun nama alumni perempuan yang dimunculkan. Apakah tidak ada satu pun alumni perempuan yang layak diusulkan sebagai bakal calon ketua IKA PMII Pasuruan? Apakah sejak awal kita telah terhegemoni oleh budaya partriaki itu? Mari kita merenungkan bersama!

Berdasar itu, sebagai seorang alumni PMII Pasuruan, juga ingin meramaikan agenda Muscab II tersebut dengan mengusulkan beberapa alumni perempuan yang layak dan bisa dipercaya sebagai bakal calon ketua IKA PMII Pasuruan 2022-2027.

Dimulai dari sahabat Fatimatuz Zahro. Sekarang menjadi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024. Ia juga aktif di Fatayat Nahdlatul Ulama (NU). Kemudian ada Sahabat Laily Qomariyah, ketua Fatayat NU Rejoso dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dearah (DPRD) Kabupaten Pasuruan periode 2019-2024.

Selanjutnya, sahabat Naning Handayani, seorang guru, anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD), dan memiliki Wedding Organizer. Sesama aktifis desa, ada sahabat Umi Kultsum yang menjadi Sekretaris Desa dan aktifis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Pasuruan. Juga ada sahabat Aminatuz Zuhriyah yang menjadi ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat desa. Termasuk sahabat Erna Wati, anggota BPD, Owner Angkringan Teras dan Penggerak Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) GUSDURian Pasuruan. Bahkan ada sahabat Septaria Yusnaeni, CEO Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Kajian Sosial (PEMKAS) dan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pendamping Desa.

Dari kalangan pengusaha, ada sahabat Siti Liswati, owner JIMS HONEY dan Sheera Marvin. Ia juga aktif menulis dan manjadi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kemudian ada sahabat Ni’matuz Zahiro, sahabat Fiki Fidarti, dan sahabat Eny Mara Qanita.

Sedangkan dari kalangan akademisi ada sahabat Dr Dewi Masyitoh, sahabat Dr Any Urwatul Wusko, sahabat Nur Azizah, sahabat Wachyuni, dan lain-lain.

Tentu, masih banyak sekali alumni perempuan di Pasuruan yang layak menjadi bakal calon ketua IKA PMII Pasuruan periode 2022-2027. Salam Pergerakan! (***).