Banyuwangi (Kabarpas.com) – Ribuan anak yatim di Banyuwangi melakukan doa bersama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lantunan doa ribuan anak-anak yatim ini, berkumandang di Pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi.
“Anak-anak yatim dari 24 kecamatan di Banyuwangi ini mendoakan keutuhan, kemakmuran, dan kedamaian NKRI. Dan bersama anak-anak yatim ini pula, kami mendoakan persatuan, kedamaian, dan kemakmuran NKRI,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada Kabarpas.com.
Ribuan anak yatim yang melakukan doa bersama ini, sengaja diundang ke pendopo setempat. Guna mengikuti puncak acara Festival Anak Yatim. Tak ayal, mereka pun bergembira dan belajar bersama. Sebab di lokasi acara telah disediakan berbagai macam permainan edukatif, perpustakaan, gerai makanan-minuman, hingga papan yang didesain seperti pohon untuk menuliskan cita-cita mereka. Dengan polos, anak-anak yatim itu mengungkapkan cita-citanya.
”Saya ingin menjadi dokter, Amin,” tulis salah seorang anak yatim. ”Semoga saya menjadi anak yang salehah dan semoga ayah tenang di sisi Allah,” tulis yang lain. Ada pula yang menuliskan cita-cita sebagai pengusaha, TNI, guru, hingga petani sukses.
Bupati Anas mengatakan, Festival Anak Yatim ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk membangun dan menebarkan nilai-nilai solidaritas sosial di kalangan masyarakat untuk membantu anak yatim.
”Spirit solidaritas ini penting karena merupakan bagian dari modal sosial untuk membangun daerah. Masyarakat perlu bahu-membahu untuk saling meringankan,” ujar mantan ketua umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.
FAY sendiri masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival 2016 yang berisi beragam acara wisata, budaya, dan pariwisata berbasis olahraga.
”Jadi Banyuwangi Festival mencakup banyak nilai. Ada nilai cinta seni-budaya lewat atraksi wisata seperti acara Festival Gandrung Sewu dan Banyuwangi Beach Jazz. Ada sportivitas lewat ajang sport tourism seperti Tour de Banyuwangi Ijen. Ada pula nilai kemanusiaan lewat Festival Anak Yatim,” beber Bupati Anas.
Pemkab Banyuwangi, sambung Anas, telah memiliki sejumlah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak. Di antaranya adalah beasiswa Banyuwangi Cerdas yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu hingga bangku kuliah. Dalam beasiswa tersebut, tiap anak diberi uang saku Rp 600.000 per bulan dengan biaya kuliah ditanggung pemerintah daerah.
Anas mengingatkan tiga hal pada anak-anak Banyuwangi agar bisa meraih cita-cita. Pertama adalah berdoa. Kedua, bekerja dan belajar. ”Dan ketiga, ini juga sangat penting, berbakti pada guru dan orang tua jika masih ada. Jangan lupa untuk ringan tangan, suka menolong jika teman atau tetangga kita dalam kesusahan,” pungkasnya. (dik/gus).













