Jember, Kabarpas.com – Berbagai aspirasi masyarakat mencuat dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang digelar Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Hanan Kukuh Ratmono di Desa Ajung, Kecamatan Kalisat, Selasa (10/3/2026). Selain menyerap keluhan warga, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan sejumlah program pemerintah kepada masyarakat.
Puluhan warga yang hadir memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan mereka. Mulai dari program nasional hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah setempat menjadi topik yang disampaikan dalam dialog bersama wakil rakyat tersebut.
Dalam kesempatan itu, Hanan menjelaskan bahwa reses kali ini juga difokuskan pada pengenalan program prioritas pemerintah pusat kepada masyarakat, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kegiatan reses ini kami gunakan untuk sosialisasi program nasional, terutama MBG yang menjadi program prioritas presiden,” ujar Hanan.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberi manfaat bagi penerima.
Menurutnya, apabila ditemukan kendala dalam pelaksanaan program, biasanya persoalan terletak pada pelaksanaannya di lapangan, bukan pada konsep programnya.
“Kalau ada masalah, biasanya bukan programnya yang salah, tetapi pelaksanaan di lapangan. Karena itu masyarakat kami minta ikut mengawasi,” katanya.
Hanan mencontohkan pengawasan dapat dilakukan pada pelaksanaan program di sekolah, termasuk memastikan standar layanan serta anggaran yang digunakan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jika menu tidak sesuai SOP atau nilainya tidak mencapai Rp10.000, masyarakat boleh protes ke sekolah agar diteruskan ke pihak pelaksana,” ujarnya.
Selain membahas program nasional, warga juga memanfaatkan forum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan daerah. Salah satu yang banyak disampaikan adalah kondisi jalan rusak di wilayah Jember bagian utara.
Menanggapi hal itu, Hanan menyebut seluruh usulan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan pada tahun anggaran berikutnya.
Aspirasi lain yang juga mencuat adalah permintaan pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Warga mengeluhkan masih banyak wilayah yang gelap pada malam hari sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Hanan menyatakan pihaknya akan mendorong Dinas Perhubungan agar pemerataan penerangan jalan di wilayah Jember Utara dapat setara dengan wilayah selatan.
“Kami akan dorong melalui rapat dan koordinasi dengan Dinas Perhubungan agar penerangan jalan di Jember Utara bisa merata,” pungkasnya. (dan/ian).

















