Ratusan Jagal di Probolinggo Dilatih Sebagai Juleha

Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebagai upaya peningkatan penjaminan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) serta layak dikonsumsi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memberikan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni ini diikuti oleh 200 orang peserta terdiri dari perwakilan PCNU Kabupaten Probolinggo, PCNU Kota Kraksaan serta takmir masjid, panitia qurban dan jagal se-Kabupaten Probolinggo. Serta dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kabupaten Probolinggo sebanyak 25 orang.

Selama kegiatan, para peserta mendapatkan beberapa materi dari narasumber. Diantaranya, Asesor nasional drh Iskandar Muda, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh dan Pimpinan PT AGI (Agro Great Indo Berkah).

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan para juru sembelih dalam melakukan penyembelihan/pemotongan ternak menjelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriyah. “Penyembelihan atau pemotongan ternak harus memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan syariat Islam,” katanya.

Menurut Endang, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM juru sembelih hewan. Hal ini dikarenakan selama ini banyak penyembelih yang kurang memahami cara penyembelihan hewan yang sesuai syariat Islam.

“Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan tentang penyembelihan hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) serta layak dikonsumsi sesuai dengan syariat Islam,” terangnya.

Sementara Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengungkapkan pelatihan Juleha ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan jaminan ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi bahan pangan asal hewan yang ASUH.

“Selain itu meningkatkan penanganan daging yang higienis dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentang penyediaan produk hewan yang ASUH,” ungkapnya. (mel/nis)