Reporter: Emen Sugeng Hariyono
Editor: Ian Arieshandy
Pasuruan, Kabarpas.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Pasar Murah. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Kota, Jalan Pahlawan, Kota Pasuruan ini langsung diserbu ratusan warga pada Kamis pagi (12/02/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para ibu rumah tangga atau “emak-emak” yang sudah berdatangan sejak pagi buta. Mereka rela mengantre demi mendapatkan kupon pembelian sembako dengan syarat membawa fotokopi KTP. Kupon tersebut nantinya dapat ditukarkan dengan paket beras premium, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga miring.
Salah satu warga, Sugiati (65), mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Meski harus mengantre cukup lama, ia merasa senang karena bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga pasar.
”Alhamdulillah, mulai pagi sudah menunggu antrian dan bisa beli satu paket. Beras premium 5 kilogram hanya Rp 50 ribu, gula pasir Rp 13 ribu, dan minyak goreng Rp 15 ribu. Ini sangat membantu untuk persiapan stok bulan Ramadan nanti,” ujar Sugiati dengan wajah semringah.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, menjelaskan bahwa pasar murah ini memang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
”Pemerintah Kota Pasuruan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah rata-rata pasar. Kami ingin memastikan masyarakat bisa menjangkau kebutuhan pangan dengan harga yang stabil,” terang Mulyono.
Dalam operasi pasar kali ini, pemerintah menyediakan sedikitnya 755 sak beras kemasan 5 kilogram. Berikut adalah perbandingan harga di Pasar Murah dibandingkan harga normal:
Komoditi Harga Pasar Murah Harga Normal (Estimasi)
Beras Premium (5 Kg) Rp 50.000 Rp 74.500
Gula Pasir (1 Kg) Rp 13.000 Rp 17.500
Minyak Goreng (1 L) Rp 15.000
“Untuk beras sendiri, masyarakat bisa menghemat hingga Rp 24.500 per saknya. Begitu juga dengan gula dan minyak goreng yang harganya sudah kami subsidi agar lebih terjangkau,” pungkasnya. (emn/ian).



















