Puluhan Warga Kelurahan Patokan Dilatih Membuat Kue Tart Bronis

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan perekonomian di tengah-tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan memberikan pelatihan pembuatan kue tart bronis.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari 6 RW yang masing-masing RW sebanyak 5 orang. Setiap harinya pelatihan ini diikuti oleh 3 (tiga) RW dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.

Sebagai instruktur dalam pelatihan pembuatan kue tart bronis ini berasal dari LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) Riski Perdana Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan. Dalam kesempatan tersebut mereka langsung praktek cara membuat kue tart bronis. Tidak hanya itu, masing-masing peserta juga mendapatkan bantuan oven kue.

Lurah Patokan Miske Puspita Dewi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal ketrampilan dan pengetahuan kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga agar memiliki kreatifitas dan keahlian dalam membuat kue tart bronis.

“Setidaknya dengan bekal ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki, para ibu-ibu rumah tangga memiliki kesibukan yang nantinya mampu meningkatkan perekonomian keluarga di tengah-tengah pandemi COVID-19 sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” katanya.

Menurut Miske, para peserta ini tidak hanya mendapatkan ilmu pembuatan kue tart bronis saja tetapi juga bantuan oven dengan harapan setelah dari pelatihan ini mampu langsung dipraktekkan di rumahnya masing-masing dan menghasilkan sebuah produk kue tart bronis yang bisa dipasarkan.

“Harapan kami ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan ini bisa ditularkan kepada masyarakat lain di lingkungannya masing-masing. Sehingga bisa membantu ekonomi masyarakat yang saat ini benar-benar terdampak akibat pandemi COVID-19,” harapanya.

Miskes meminta kepada masyarakat agar terus mengembangkan kreatifitas yang telah diperoleh ini sehingga bisa membuat kue tart bronis yang menarik bagi masyarakat. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini ada banyak alternatif kue tart bronis, khususnya di Kelurahan Patokan. Dengan demikian ekonomi dan pendapatan masyarakat bisa semakin meningkat,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Senin hingga Selasa (21-22/9/2020), Pemerintah Kelurahan Patokan juga memberikan pelatihan pembuatan manisan mangga. Sama halnya dengan pembuatan kue tart bronis, pelatihan pembuatan manisan mangga ini juga diikuti oleh 30 orang peserta dari 6 RW yang masing-masing diikuti oleh 5 warga. (mel/nis).