Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 19 Feb 2026

Program Jember Cinta KIA Mulai Masif, Kecamatan Jenggawah Jemput Bola ke Warga


Program Jember Cinta KIA Mulai Masif, Kecamatan Jenggawah Jemput Bola ke Warga Perbesar

Kamis, 19 Februari 2026 – 19.34 | 666 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kecamatan Jenggawah mulai bergerak aktif menjalankan Program Jember Cinta Kesehatan Ibu dan Anak dengan menerjunkan tenaga kesehatan langsung ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ibu hamil dan balita berisiko stunting terdata serta mendapatkan penanganan lebih dini.

Camat Jenggawah, Soetjahyo menegaskan bahwa pihaknya menindaklanjuti arahan Bupati Jember terkait pengerahan 1.200 tenaga kesehatan di seluruh wilayah. Fokus utama program tersebut adalah menemukan ibu hamil dan bayi balita yang mengalami stunting atau berisiko tinggi, kemudian membawa mereka ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan.

“Penerjunan 1.200 tenaga kesehatan ini salah satu tujuan utamanya adalah menemukan ibu hamil dan bayi balita stunting, kemudian dibawa ke puskesmas untuk diperiksa dan dicatat dalam Buku KIA,” ujar Tjahyo di sela-sela rapat bersama para nakes di aula kecamatan, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, pencatatan dilakukan dalam dua bentuk, yakni fisik yang dipegang oleh ibu hamil serta data digital yang dikirim kepada dokter spesialis kandungan dan spesialis anak untuk dianalisis lebih lanjut.

“Dari data itu akan diketahui mana ibu hamil berisiko tinggi dan bagaimana klasifikasi bayi stunting, apakah karena penyakit, faktor kecelakaan, atau penyebab lainnya. Jadi tugas tenaga kesehatan benar-benar diarahkan sesuai tujuan utama program,” katanya.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang menerapkan pola kerja satu komando lintas sektor dalam menekan angka stunting serta kematian ibu dan bayi. Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan dikerahkan setelah evaluasi menunjukkan bahwa penanganan selama ini berjalan terpisah antarinstansi sehingga hasilnya belum optimal.

Bupati Jember Muhammad Fawait menilai persoalan kesehatan ibu dan anak di daerahnya sudah berada pada level krisis, mengingat Jember kerap menempati peringkat atas angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI–AKB) di Jawa Timur. Karena itu, pemerintah daerah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga kesehatan, penyuluh KB, camat, pemerintah desa, hingga TNI dan Polri.

Selain fokus pada penanganan di lapangan, Pemkab Jember juga menyiapkan sistem evaluasi berkala setiap tiga bulan terhadap kinerja organisasi perangkat daerah, camat, dan kepala puskesmas. Penurunan angka stunting serta AKI–AKB akan menjadi indikator utama keberhasilan program tersebut.

Melalui pendekatan terpadu ini, pemerintah berharap upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif sekaligus memastikan setiap ibu hamil dan anak mendapatkan layanan kesehatan yang memadai sejak dini. Jika berhasil, program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas kesehatan generasi masa depan di Kabupaten Jember. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Dugaan Sewa Lahan Aset Pemkab Jember Rp85 Juta Tanpa Lelang, Nama Orang Dekat TP3D Muncul

11 Maret 2026 - 21:06

Gerakan Indonesia Asri Bergerak di Jember, Tim URC Tambal Jalan Berlubang di 10 Titik

10 Maret 2026 - 23:52

Satgas Infrastruktur Jember Tertibkan Trotoar, Reklame hingga Kabel Semrawut 

10 Maret 2026 - 23:50

Usai Arahan Bupati di Puskesmas Ajung, Kadinkes Jember Jabarkan Fokus Perbaikan Layanan hingga Rencana Homecare

10 Maret 2026 - 23:46

Insentif Guru Ngaji Jember Naik Signifikan, 21 Ribu Penerima Ditarget Cair Sebelum Lebaran

9 Maret 2026 - 22:36

Temui Kader Posyandu di Kalisat, Gus Fawait Tekankan Penanganan Serius Stunting dan Ibu Hamil Berisiko 

9 Maret 2026 - 22:33

Trending di Peristiwa