Probolinggo (Kabarpas.com) – Anggota DPR RI komisi 8, Prof Hamka Haq menggelar Reses dengan melaksanakan sosialisasi empat pilar di lingkungkan Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Walisongo, Desa Banyuanyar Tengah, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo sebagai media penyegaran bagi tumbuh suburnya nilai-nilai kebangsaan di lingkungan Pondok Pesantren tersebut, Rabu (18/05/2016)
Prof Hamka Haq anggota DPR RI yang sekaligus ketua DPP PDI Perjuangan ini mengatakan, sosialisasi empat pilar ini memiliki beberapa tujuan penting, salah satunya adalah menyegarkan kembali nilai-nilai kebangsaan. Selain itu, juga mengingatkan kembali akan pentingnya kesatuan bangsa melalui empat pilar kebangsaan.
“Empat pilar, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 ini penting untuk terus disosialisasikan di masyarakat dari berbagai kalangan. Ini penting karena merupakan konsensus nasional yang harus menjadi rujukan berperilaku dalam berbangsa dan bernegara,” katanya di hadapan lebih dari 150 peserta sosialisasi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Walisongo.
Ia juga menyampaikan bahwa pesantren yang notabene adalah warga NU, tentunya toleransi beragama dan sosial di negeri tercinta ini tidak boleh luntur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, pemahaman wawasan kebangsaan dan mensosialisasikan nilai-nilai luhur dari empat pilar ini sangat diperlukan.
“Kita tidak perlu susah-susah mengingat empat pilar ini, warga NU pasti tahu PBNU (Pengurus Besar Nahdhatul Ulama), bisa juga disingkat untuk mempermudah menghafal empat pilar tersebut yaitu PBNU (Pancasila, Bhinieke Tunggal Ika, NKRI, Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya yang disambut tawa para peserta.
Sementara itu, ketika menjawab pertanyaan dari peserta yang hadir dalam sesi dialog soal sertifikasi yang belum cair, Prof Hamka Haq meminta agar guru-guru di madrasah bersabar. “Memang ketika Komisi 8 lakukan RDP bersama Menteri Agama sempat mempertanyakan tunjangan sertifikasi tersebut. Namun, menurut menteri agama sudah diajukan kepada menteri keuanngan. Kita tunggu saja,” ungkap pria yang juga anggota MKD DPR RI tersebut. (sam/gus).



















