Prahara


Oleh : Elmira

Pagi di kala ku membuka mata
Pagi ku yang harus diiringi dengan air mata
Mungkin orang di sekitarku tak tahu kalau hatiku retak
Aku sengaja diam agar tak lebih menyakitkan

Apalagi orang yang menyakiti
Aku tak peduli meski dia tak mengerti
Terima kasih…
Dengan rasa sakit ini
Aku tersadar kembali
Bahwa aku di hatimu tak berarti

Luka ini meradang
Apalagi saat aku menoleh ke belakang
Menoleh saat masa 3 tahun silam
Menoleh saat ijab belum kau ucapkan

Rasa luka ku semakin perih
mengingat dia melukai untuk yang ketiga kali
aku mencoba bertahan
aku mencoba sabar
tak seperti dulu
yang membuatku semakin terjatuh

Apa yang kau ingini
Memikirkannya pun membuatku jijik
Seberapa baik dirimu
Sudah seberapa banyak sujudmu
Seberapa sering kamu mengimami
Sujudku selama jalinan ini

Tidak…
Bahkan tidak bisa dibandingkan
Dengan lama kamu menyakiti
Janganlah kau tinggi hati
Aku memang tak bisa memberi keelokan
Tapi aku memberi ketulusan

___________________________________________________

*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com. (***).