Jember, Kabarpas.com – Kepolisian Resor Jember memastikan kesiapan penuh dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Pengamanan dilakukan secara terukur dengan mengedepankan keselamatan masyarakat, seiring kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang meniadakan perayaan malam tahun baru secara euforia sebagai bentuk empati atas bencana di sejumlah daerah.
Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, mengatakan imbauan tersebut didasari oleh kondisi nasional, di mana sejumlah wilayah seperti Sumatra, Aceh, hingga Kabupaten Jember sendiri terdampak bencana banjir dalam beberapa waktu terakhir.
“Dengan situasi itu, kami mengimbau agar perayaan Tahun Baru tidak diwujudkan dengan euforia atau pesta kembang api, tetapi diisi kegiatan yang lebih sepatutnya, yakni penguatan keimanan,” ujar Kompol Istono.
Imbauan tersebut, lanjut dia, mendapat respons positif dari Bupati Jember, Gus Fawait yang memutuskan mengisi malam pergantian tahun dengan sholawatan sebagai wujud doa bersama dan solidaritas kemanusiaan.
“Ini sangat kami hormati. Di malam tahun baru nanti akan ada pengajian, bukan pesta kembang api,” tegasnya.
Dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Jember telah mendirikan enam pos pengamanan berdasarkan skala prioritas kerawanan dan kepadatan aktivitas masyarakat. Pos-pos tersebut ditempatkan di Alun-Alun Jember, Tawang Alun, Pondok Dalem, Pantai Pancer, Pantai Watu Ulo, serta Pos Sempolan di perbatasan Jember–Banyuwangi.
“Kehadiran pos ini untuk menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat, baik pengguna jalan maupun warga yang melaksanakan perayaan Natal dan pergantian tahun,” jelas Kompol Istono.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa malam Tahun Baru di Jember tidak akan diwarnai pesta kembang api atau perayaan berlebihan. Sebaliknya, pemerintah daerah memilih menggelar doa dan shalawat bersama demi keselamatan masyarakat dan persatuan bangsa.
“Kebijakan ini sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Sumatra, Aceh, dan wilayah lain yang terdampak bencana,” ujar Gus Fawait.
Ia menambahkan, perayaan tahun baru seharusnya menjadi momentum refleksi dan kebersamaan, bukan sekadar hiburan yang mengabaikan kondisi kemanusiaan.
Sinergi antara Polres Jember dan Pemerintah Kabupaten Jember tersebut diharapkan mampu menciptakan perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman, khidmat, serta penuh makna, tanpa mengurangi esensi kebersamaan dan kepedulian sosial. (dan/ian).



















