Banyuwangi (Kabarpas.com) – Operasi Lilin Semeru 2016 resmi berakhir hari ini, Senin (02/01/2017). Meski begitu, sejumlah personil kepolisian di Banyuwangi masih terlihat berada di pos pengamanan untuk memantau arus lalu-lintas di jalur penyeberangan pelabuhan Ketapang
Pasalnya, sejumlah instansi pemerintah masih menjalani cuti bersama. Meskipun beberapa perusahaan swasta dan perbankkan telah memulai aktifitas pasca libur akhir tahun. Tapi, beberapa warga masih saja menyerbu sejumlah lokasi wisata yang ada di Bumi Blambangan untuk menuntaskan liburan.
Di Pelabuhan Ketapang, aparat Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) terus gencar melakukan tiada hari tanpa razia (THTR). Kegiatan pengamanan untuk memeriksa kelengkapan surat kendaraan dan barang bawaan serta muatan barang terus dilakukan, meskipun perayaan malam pergantian tahun di Pulau Dewata maupun Banyuwangi berlangsung aman tanpa terjadi aksi teror.
THTR secara berkala digelar aparat KPT. Setiap kendaraan yang hendak masuk maupun keluar pelabuhan diperiksa. Diperkirakan pada malam ini arus gelombang warga yang hendak pulang ke Jawa dan Bali usai menjalani liburan akan melintasi Selat Bali.
Menurut Kapolsek KPT AKP Sudarmaji, sampai Senin siang jumlah kendaraan yang keluar masuk di Pelabuhan Ketapang masih normal.
“Situasi terkini Pelabuhan Ketapang sepi. Arus penumpang maupun kendaraan yang dari Bali biasa saja. Sesuai jadwal Operasi Lilin Semeru 2016 telah berakhir pukul 24.00 Minggu (01/01/2016) malam. Tapi, secara tertulis kita belum menerima mandat pembubaran makanya giat pengamanan di Pelabuhan Ketapang terus kita lakukan,” jelas perwira pertama asal Dusun Sagat, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring itu kepada Kabarpas.com.
Diakui AKP Sudarmaji, libur tahun baru pada 1 Januari 2017 terjadi kemacetan kendaraan di sepanjang kurang lebih 4 kilometer antara Pelabuhan ASDP Ketapang sampai Pantai Grand Watudodol di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Situasi itu muncul akibat tingginya volume kendaraan warga yang hendak menikmati liburan awal tahun 2017 di Pantai Watudodol lama yang secara administrasi masuk Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, serta Grand Watudodol (GWD) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.
“Selama sore sampai malam kemarin, kondisi di dalam pelabuhan sebenarnya normal. Tidak ada antrian kendaraan warga yang hendak balik ke Bali. Penumpukkan kendaraan terjadi di jalan raya depan pelabuhan. Itu imbas tingginya volume kendaraan yang hendak keluar masuk Pantai Watudodol lama maupun Pantai GWD. Yang macet sebetulnya jalur menuju utara. Karena kendaraan dari arah selatan saling mendahului meski dalam kondisi macet, akhirnya kendaraan yang dari utara ikut tertahan sebab markanya dilintasi kendaraan dari arah berlawanan,” papar AKP Sudarmaji.
Tak ingin situasi itu terulang, aparat Satlantas Polres Banyuwangi kembali siaga. Meskipun lelah usai mengurai kepadatan kendaraan selama Minggu malam, Senin siang personil Sabuk Putih itu, kembali melakukan pantauan arus kendaraan di jalur Pelabuhan Ketapang – Pantai Watudodol. Keterangan itu diutarakan Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi Iptu Budi Hermawan.
“Hari ini kita akan kembali ke Ketapang. Informasi terbaru sepanjang pagi ini memang tidak ada kepadatan kendaraan seperti sehari sebelumnya. Tapi kita tetap waspada di lokasi untuk mengantisipasi peningkatan arus kendaraan yang terjadi mendadak,” tukasnya. (dik/sym).













