Polisi Amankan Empat Koper Uang Asing Palsu Milik Pengikut Dimas Kanjeng

Kraksaan (Kabarpas.com) – Polres Probolinggo berhasil menangkap seorang pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang memiliki empat koper berisi mata uang asing palsu. Dari penangkapan ini, polisi menyita 152 bendel uang diduga palsu yang diperkirakan senilai Rp 45 miliar.

Penangkapan ini dilakukan, setelah petugas mencurigai adanya sebuah mobil yang keluar dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Tak ingin kecolongan, petugas pun kemudian langsung melakukan razia di jalur pantura, hingga akhirnya mendapati mobil minibus dengan Nopol N 844 AE mengangkut uang palsu.

“Pelaku yang kami tangkap ini mengaku, kalau uang palsu dalam empat koper tersebut akan dikirimkan ke suatu tempat. Dan untuk jumlahnya uang ini yaitu sebanyak 152 bundel, yang terdiri dari beberapa jenis mata uang asing,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara, Rabu (09/11/2016).

Pemilik empat koper berisi berbagai mata uang asing palsu, yang ditangkap oleh petugas dari Polres Probolinggo itu berinisial A-S, warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Ia ditangkap pada 1 Juni 2016.

“Kala itu tersangka menyuruh anak buahnya S-H membawa empat koper berisi mata uang palsu keluar dari padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dari situlah kami lalu melakukan pencegatan dengan menggelar razia kendaraan di Jalur Pantura Kraksaan,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Saat ini, penyidik tengah melakukan pendalaman terkait asal dan akan dikirim ke mana uang palsu itu. Dalam empat koper hitam tersebut, lanjut Arman, terdapat ratusan bundel mata uang asing, di antaranya Dolar Amerika, Dong Vietnam, Won Korea Selatan, dan Riyal Arab Saudi.

“Untuk saat ini kami masih melakukan pengecekan keaslian mata uang tersebut. Kami juga berkoordinasi dengan kedutaan besar asal mata uang asing tersebut untuk memastikannya. Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka sudah mendekam di tahanan Mapolres Probolinggo. Ia dijerat dengan tindak pidana Pasal 245 KUHP, tentang peredaran uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (sam/sym).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *