Perwakilan Barcelona dan Unicef Hadiri Festival Olahraga Inklusi di Pasuruan

Pasuruan (Kabarpas.com) – Pembukaan Festival Olahraga Inklusi Berbasis Kecakapan Hidup, yang berlangsung di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan berlangsung meriah. Sejumlah siswa tingkat SD berkebutuhan khusus berbaur bersama dengan siswa normal, untuk bermain bola yang sudah dimodifikasi.

Tak hanya itu, acara ini menjadi semakin meriah dengan kehadiran perwakilan dari Barcelona Foundation dan Unicef. Bahkan, ratusan siswa yang hadir dalam acara ini, memberikan tepuk tangan guna menyambut kedatangan rombongan dari FC Barcelona Foundation dan Unicef tersebut.

Wali Kota Pasuruan, Setiyono mengaku bangga dengan kedatangan tamu dari perwakilan FC Barcelona Foundation dan Unicef tersebut. Sebab menurut Setiyono, tidak semua daerah di Indonesia dikunjungi. Karena hanya daerah terpilih saja yang dikunjungi oleh mereka.

“Ini merupakan kebangaan bagi kami, karena Kota Pasuruan menjadi salah satu daerah yang dikunjungi oleh mereka. Untuk itu ke depan, kami akan lebih mengembangkan kegiatan olahraga bagi anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kota Pasuruan,” ujarnya kepada Kabarpas.com, Rabu, (13/04/2016).

barcelona foundation 2 copy

Menurut Bruno Ramos, perwakilan Barcelona Foundation mengatakan, kehadiran pihaknya dalam acara tersebut ialah dalam rangka untuk memberikan dukungan penuh baik secara moral maupun finansial kepada para siswa inklusi.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan dukungan kepada para siswa inklusi di bidang olahraga. Dan ada tiga negara yang kami kunjungi yaitu Bangladesh, Nepal, dan Indonesia,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Selain itu, ia juga menambahkan, kalau pihaknya ingin menguatkan kehidupan anak-anak melalui olahraga, tidak hanya sepak bola melainkan olahraga lainnya dan permainan.

“Kegiatan ini murni untuk penguatan anak-anak bukan untuk mencari Messi-messi baru. Dan Indonesia merupakan salah satu negara dari 11 negara yang banyak anak putus sekolah. Hal itu disebabkan karena disabilitas,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, Sholehah (10), salah satu anak tuna daksa Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) Kota Pasuruan mengaku, sangat senang bisa ikut bermain bola dan berbaur bersama dengan anak-anak lainnya yang normal.

“Senang sekali bisa ikut acara festival olahraga di sini. Karena banyak temannya jadi seru sekali,” ujar siswa yang saat ini duduk di kelas 2 SDLB Kota Pasuruan tersebut. (ajo/gus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *