Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Nasional · 20 Feb 2017

Pertumbuhan Ekonomi di Banyuwangi Terus Melesat


Pertumbuhan Ekonomi di Banyuwangi Terus Melesat Perbesar

Reporter: Pendik

Editor: Agus Hariyanto

_______________________________________________________________________

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berupaya menjaga kualitas perekonomiannya dengan memacu pertumbuhan, dengan tetap mengendalikan laju kenaikan harga barang (inflasi). Strategi itu bertumpu pada pengembangan pertanian, infrastruktur, dan pariwisata.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya secara rutin bertemu dengan jajaran Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, dan pelaku usaha untuk menyinergikan langkah.

”Misalnya, dengan perbankan dan BPS kita petakan kecamatan mana yang sedang oke ekonominya, mana yang melambat. Ini penting agar kita tahu intervensi apa yang perlu dilakukan pemerintah,” kata Bupati Anas kepada Kabarpas.com, Senin (20/02/2017).

Sejumlah kebijakan, lanjut Anas, lahir dari sinergi antar-elemen tersebut. Dia mencontohkan, sinergi Bulog dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang kini sudah berjalan di 14 desa lahir dari tantangan menjaga inflasi di level desa. ”Warga desa bisa mendapatkan komoditas seperti tepung terigu, gula, minyak yang dipasok Bulog dengan harga lebih murah,” imbuh Bupati Anas.

Dijelaskan, berkat strategi terpadu dan kerja banyak pihak itulah, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi dalam lima tahun terakhir selalu di atas rata-rata Provinsi Jatim dan nasional. Misalnya, pada 2015, pertumbuhan Banyuwangi sebesar 6,01 persen, di atas rata-rata Jatim yang sebesar 5,49 persen dan nasional 4,8 persen. Adapun penghitungan 2016 masih difinalisasi BPS.

Meski pertumbuhan ekonomi cukup bagus, tingkat inflasi bisa dijaga di level yang rendah dan stabil. Inflasi Banyuwangi juga selalu berada di bawah rata-rata Jatim dan nasional. Pada 2016, inflasi Banyuwangi 1,91 persen, di bawah Jatim yang sebesar 2,7 persen dan nasional 3,02 persen. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, inflasi Banyuwangi termasuk yang terendah di level nasional.

”Pada Januari 2017 ini, inflasi Banyuwangi berdasar data BPS sebesar 0,66 persen adalah yang terendah di Jatim. Untuk menekan inflasi, berbagai upaya kami lakukan, terutama untuk menjaga pasokan pangan. Di antaranya dengan meningkatkan infrastruktur pertanian lewat pembangunan dan pemeliharaan sistem irigasi yang tahun ini ditargetkan di 2.200 titik senilai Rp 150 miliar,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Untuk diketahui, di Banyuwangi, jaringan irigasi primer mencapai 3.718 kilometer, irigasi sekunder 2.204 kilometer, dan irigasi tersier 797 kilometer yang memasok air ke lebih dari 66.000 hektare persawahan.

Pemkab Banyuwangi bersama petani juga mengembangkan sejumlah varietas unggul, memberi bantuan pupuk dan alat pertanian, berinovasi mengembangkan cabai, dan menyediakan Mobil Layanan Pertanian Terpadu untuk membantu petani menghadapi permasalahan tanam. (dik/gus).

Artikel ini telah dibaca 67 kali

Baca Lainnya

Cari_Aman di Jalan, Kenali Potensi Bahayanya

28 November 2021 - 11:53

Menlu Retno Buka BDF ke-12 di Bali

5 Desember 2019 - 15:01

Memahami Tradisi Hari Raya Purnama di Bali

12 November 2019 - 19:35

Kemen PPPA Raih Penghargaan Bawaslu Award 2019

26 Oktober 2019 - 10:16

Usai Dilantik Presiden, Menteri Bintang Puspayoga Pimpin Rapat Perdana di Kemen PPPA

24 Oktober 2019 - 06:13

Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk, Sekolah Libur

14 Oktober 2019 - 15:05

Trending di Nasional