Muncar (Kabarpas.com) – Untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2016. Para pelajar dan santri yang menimba ilmu di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi kompak melakukan penanaman mangrove.
Acara penanaman mangrove di pantai Pang-pang desa setempat, yang dilakukan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Sebelum kegiatan berlangsung mereka terlebih dulu mengikuti pembekalan wawasan terkait konservasi mangrove beserta fungsinya.
Selanjutnya mereka melakukan bersih pantai dengan memungut sampah di bibir pantai tersebut secara bersama. Dilanjutkan dengan pembagian bibit mangrove kepada seluruh siswa. Masing masing dari mereka mendapatkan tiga bibit untuk selanjutnya ditanam. “Ya, kita jadi lebih mengerti fungsi sesungguhnya dari pohon mangrove,” ucap Nur Wahyuni kepada Kabarpas.com sembari menanam mangrove, Sabtu (22/10/2016).
Nur mengaku, dengan adanya pembekalan wawasan itu dirinya bisa lebih mengerti bagaimana cara menanam mangrove dengan benar. “Saya menanam tiga bibit dengan jarak satu meter per bibirnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Syaifulloh Subaidi selaku ketua panitia kegiatan ini mengatakan, ada sebanyak 500 peserta yang dilibatkan dalam kegiatan ini. “Kurang lebih 1500 bibit mangrove kita tanam di pantai ini,” tegasnya.
Syaifulloh menambahkan, memang dalam memperingati Hari Santri Nasional ini kita laksanakan kegiatan penanaman. ” Hal tersebut kita lakukan agar, Siswa-siswi dan santri lebih mengerti makan konservasi tanaman, yang sebenarnya juga sangat diperlakukan dalam keberlangsungan hidup umatanusi,” imbuhnya.
Dirinya menegaskan bahwa kegiatan ini tak berhenti sampai penanaman saja, selanjutnya mereka akan melakukan monitoring selama satu bulan sekali. Agar mangrove yang mereka tanam dapat tumbuh menjadi dewasa, dan bisa mencegah abrasi di bibir pantai tersebut. (dik/gus).













