Reporter : Rosy Adim
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Tak kunjung ditangani pemerintah terkait adanya bau busuk dan kotor di sungai Wrati yang berada di 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Gempol, Kecamatan Beji dan Kecamatan Bangil, membuat warga di wilayah setempat kembali protes dan menggelar aksi.
Kali ini, warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Ir.Joko Widodo (Jokowi)
Tak tanggung – tanggung, surat yang dibuat oleh warga Desa Kedungringin tersebut tidak ditulis dengan menggunakan bolpoin di sebuah kertas, melainkan menggunakan banner dengan ukuran 4 x 3.
Banner yang berbunyi surat terbuka untuk Presiden Ir. Joko Widodo tersebut adalah bentuk protes warga Kedungringin yang geram, dikarenakan di setiap adanya musim hujan, rumah warga mayoritas terdampak banjir yang sangat parah, hingga tanaman eceng gondok dan banyak sampah yang ikut terbawa arus ke pemukiman warga.
Tak hanya itu, adanya air yang sudah tercemar oleh limbah pabrik juga sangat mengganggu kesehatan warga, sebab tidak hanya berwarna gelap, bahkan air sungai tersebut juga dapat menyebabkan gatal pada kulit.
“Surat terbuka untuk bapak Presiden Ir.Joko Widodo tersebut adalah sebagai bentuk upaya warga Desa Kedungringin agar diperhatikan oleh pemerintah. Dikarenakan usaha pengaduan kepada pihak terkait sudah dilakukan, namun belum pernah ada penanganan untuk sungai Wrati. Sungai tetap tercemari limbah dan banyak tanaman eceng gondok hingga menutup badan sungai,” terang Hendri Sulfianto, salah satu penggerak pemuda Desa Kedungringin.
Dengan dipasangnya surat terbuka di pinggir jalan utama tersebut, warga berharap akan adanya perbaikan dalam penanganan kebersihan sungai Wrati dari pihak terkait. (ros/gus).



















