Probolinggo, kabarpas.com – Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin meninjau tempat isolasi terpusat (isoter) di SMP Negeri 6 Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok yang diperuntukkan bagi pasien covid-19 non gejala. Isolasi terpusat sebagai upaya untuk memantau dan menangani kondisi pasien sehingga cepat tertangani.
Isoter di sekolah tersebut berkapasitas 103 pasien yang terbagi dalam 12 ruangan perawatan dengan masing-masing 7 bed (tempat tidur) di setiap ruangan. Pasien covid -19 yang datang akan di-screening pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan selanjutnya dapat menempati ruangan perawatan yang dibedakan antara laki-laki dan perempuan.
“Isolasi terpusat (isoter) ini untuk pasien Covid-19 non gejala, di Isoter ini tempatnya sudah sesuai standar penanganan Covid dan sudah ada petugas medis yang Standby 24 jam,” ujar Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin. Rabu, (25/82021).
Habib Hadi menambahkan, dengan isoter ini pasien Covid-19 bisa terpantau perkembanganya, termasuk asupan gizi. Masyarakat Kota Probolinggo diharapkan bantuanya untuk berterus terang bila sudah melakukan kontak erat dengan pasien covid-19 untuk mempermudah proses tracing.
“Untuk mempermudah proses tracing, masyarakat diharapkan terus terang kepada petugas agar kasus Covid 19 terkendali,” tambahnya.
Wali Kota Probolinggo juga berharap agar masyarakat tetap disiplin melaksanakan 5 M seperti disiplin memakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi aktivitas di luar rumah dan bersedia divaksin covid-19 agar kasus Covid-19 di Kota Probolinggo terkendali.
“Disiplin 5 M dan vaksin merupakan upaya pemerintah untuk meminimalisir penyebran Covid-19 di Indonesia umumnya, dan Kota Probolinggo khusunya,” tutupnya. (pj/tin).

















