Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Gebyar Pendidikan Inklusif Tahun 2025 sebagai wujud komitmen nyata dalam mengimplementasikan pendidikan untuk semua. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, S.TP., M.Si, Bunda PAUD Kota Pasuruan Suryani Firdaus, S.Sos.I., M.I.Kom, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Pasuruan,kepala OPD terkait, tenaga pendidik, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Gedung Kesenian Dharmoyudho.
Mengusung tema “Sebagai Komitmen Nyata Implementasi Pendidikan Untuk Semua”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, adil, dan ramah inklusi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Pasuruan, kata dia, terus berupaya menghadirkan sistem pendidikan yang tidak diskriminatif dan mampu mengakomodasi keberagaman peserta didik.
“Pendidikan inklusif bukan hanya program, tetapi komitmen bersama. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan hanya karena perbedaan kondisi,” tegas Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
Mas Adi juga menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Pasuruan terhadap pendidikan inklusif tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah diwujudkan melalui kebijakan dan layanan nyata di lapangan seperti penyediaan unit layanan disabilitas, program AKSI PAS ( Implementasi Pendidikan Inklusif Terintegrasi Kota Pasuruan) hingga tersedianya 30 Guru Inklusi.
“Komitmen Pemerintah Kota Pasuruan terlihat dari telah adanya Unit Layanan Disabilitas serta tersedianya 30 guru inklusi yang secara khusus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Bahkan, di daerah lain belum tentu fasilitas dan tenaga pendukung seperti ini tersedia,” ujar Mas Adi.
Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penandatangan kerja sama antara Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan Kota Pasuruan dengan Cabang Dinas Pendidikan di Kota Pasuruan, artinya pemerintah Kota Pasuruan komitmen tidak hanya SD-SMP mendapatkan layanan inklusi namun tingkat SMA juga akan mendapatkan kesempatan yang sama. Sehingga, mewujudkan pendidikan yang berkeadilan.
“Komitmen kita tidak hanya pendidikan inklusi namun juga ada program Prime untuk mengintegrasi pendidikan nonformal dan formal. Tidak hanya itu, ada juga Aksi Pas juga menjadi program unggulan. Mari kita angkat, ini menjadi program unggulan kita. Sudah banyak, daerah melakukan studi tiru ke Kota Pasuruan terkait program inklusi ini,” ucapnya.
Mas Adi juga mengucapkan terimakasih kepada semua elemen yang sudah hadir dan bekerjasama dalam mensukseskan pendidikan inklusi di Kota Pasuruan.
“Sekarang ini, jika kita tidak sosialisasikan bahwa kita punya program ini, banyak yang tidak tau. Untuk itu, mari kita sosialisasikan di media sosial. Karena hari ini, merupakan era digitalisasi, “ pungkas Mas Adi
Gebyar Pendidikan Inklusif 2025 menjadi ajang edukasi, apresiasi, sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kota Pasuruan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran serta partisipasi seluruh elemen masyarakat semakin meningkat, sehingga implementasi pendidikan inklusif di Kota Pasuruan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat pendidikan untuk semua.
Gebyar Pendidikan Inklusif Tahun 2025 ini berlangsung dengan meriah karena ada lomba mewarnai, penampilan dari anak-anak didik di Kota Pasuruan mulai tarian, nyanyi, puisi dan penampilan lainnya. (dit/ian).



















