Reporter : M Umar
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Pasuruan, menyelenggarakan kegiatan sarasehan pemuda tahun 2018, di Valencia Caffe dan Resto Kota Pasuruan.
Tema kegiatan ini adalah peranan pemuda dalam pengembangan seni budaya di Kota Pasuruan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Pasuruan. Tampak hadir Kepala OPD terkait, Camat, nara sumber, peserta serta undangan lain.
“Adapun jumlah peserta 150 orang dari pemuda lintas agama, komunitas, siswa SLTA sederajat, mahasiswa, pelaku seni dan pemuda yang ada di Kota Pasuruan, “ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dispora Kota Pasuruan, Yohanes.
Sementara sambutan Wakil Walikota Pasuruan, dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Pasuruan, Hardi Utoyo. Ia menyampaikan bahwa sarasehan pemuda bertujuan untuk meningkatkan, pengetahuan, pemahaman dan wawasan tentang nilai-nilai luhur serta sejarah budaya bangsa Indonesia.
“Pada saat ini dunia berkembang dengan sangat pesat, kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang menyebabkan percepatan dalam segala bidang dimana arus globalisasi sudah tidak bisa terbendung lagi dan efek samping dari globalisasi ini berdampak aspek kehidupan umat manusia dengan sisi positif dan negatifnya,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, tatanan nilai tersebut sedikit demi sedikit mulai terkena erosi oleh kemajuan zaman, agar tatanan nilai tersebut tidak terus menerus terkena erosi, maka perlu gerak dinamis generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.
“Era globalisasi secara tidak langsung menjadi tantangan terbesar bagi generasi muda dalam mempertahankan pola hidup dan pergaulan yang di landasi dengan kekuatan jati diri sebagai anak bangsa, ” ungkapnya.
Diharapkan juga agar kegiatan sarasehan pemuda yang lebih diprioritaskan guna pengembangan seni dan budaya di Kota Pasuruan ini outputnya akan mampu memberikan rekomendasi terbaik bagi Pemerintah Kota Pasuruan khususnya pada optimalisasi program pembangunan bidang sosial dan budaya.
“Karena bagaimanapun juga bahan kualitas hasil pembangunan adalah karena terjadinya komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah, pemuda dan masyarakat, ” tutupnya. (umr/tin).



















