Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 21 Jun 2024 06:33 WIB ·

Pemkot Pasuruan dan UNICEF Luncurkan Inovasi Layanan Integrasi Sistem Kesehatan


Pemkot Pasuruan dan UNICEF Luncurkan Inovasi Layanan Integrasi Sistem Kesehatan Perbesar

Reporter: Sugeng Hariyono

Editor: Diaz Octa

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bersama UNICEF Indonesia serta pendampingan dari Geliat Airlangga meluncurkan inovasi layanan integrasi sistem kesehatan dan sistem pencatatan sipil di Kota Pasuruan.

Layanan integrasi tersebut dimulai dengan deteksi dini faktor risiko kematian ibu dan anak melalui sistem informasi kohort ibu dan anak yang terintegrasi dan berbasis continuum of care.

Health Specialist UNICEF Indonesia, Dr. Armunanto, menuturkan tersedianya berbagai informasi atau data memungkinkan status kesehatan ibu dan balita dapat dipantau secara komprehensif sepanjang siklus hidupnya.

Data kelahiran, kematian, dan penyebab kematian penduduk yang tepat waktu serta dapat diandalkan merupakan komponen penting dalam sistem informasi kesehatan nasional.

“Data ini merupakan informasi penting dan akan digunakan dalam penilaian status kesehatan masyarakat, kebijakan kesehatan, dan evaluasi program kesehatan,” kata Armunanto disela-sela Sosialisasi Integrasi Layanan Akta Kematian dengan Kesehatan di Ascent Premiere Hotel Kota Pasuruan, Kamis (20/06/2024).

Ia melanjutkan, pencatatan kelahiran merupakan satu-satunya cara sah bagi seorang anak untuk mendapatkan akta kelahiran. Bukti identitas yang sah ini dapat membantu melindungi anak-anak dari kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi.

Tanpa akta kelahiran, anak-anak tidak dapat membuktikan usia mereka, sehingga menempatkan mereka pada risiko yang jauh lebih tinggi untuk dipaksa melakukan pernikahan dini atau memasuki pasar tenaga kerja.

“Tanpa akta kelahiran, banyak anak tidak bisa mendapatkan vaksin rutin dan layanan kesehatan lainnya. Sistem Informasi Kesehatan Nasional dan Sistem Pencatatan Sipil memiliki peran besar dalam deteksi zero dose imunisasi pada anak,” ungkapnya.

Secara umum, untuk mendukung rencana Pemerintah Indonesia mencapai 100% cakupan pencatatan kelahiran, diperlukan dukung inovasi dan keterlibatan seluruh pihak diantaranya melibatkan peran serta masyarakat, civitas akademika, pengambil kebijakan dan pakar. Semuanya dilibatkan dalam hal pengembangan model mekanisme integrasi pengumpulan data, serta diperlukan adanya penguatan kapasitas Puskesmas dalam tata kelola, perencanaan dan penganggaran untuk memberikan pelayanan kesehatan esensial.

“Layanan itu menyasar ibu, bayi baru lahir, anak, remaja, kemudian diperlukannya penguatan sertifikasi dan registrasi CHW (Community Health Worker) atau Kader,” ucapnya.

Diharapkan ada peningkatan kemampuan tenaga layanan akta kematian di Kota Pasuruan. Termasuk juga penguatan komitmen mengenai percepatan cakupan administrasi kependudukan khususnya pencatatan akta kematian di Kota Pasuruan. Serta membangun persepsi dan pemahaman bersama tentang pentingnya CRVS (Civil Registration and Vital Statistics) utamanya terkait pencatatan akta kematian dalam perencanaan dan peningkatan kualitas layanan dasar khususnya bidang kesehatan. (emn/diz).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai

18 Juli 2024 - 20:17 WIB

Mbah Jon Cabuli 7 Anak di Gudang Kosong

18 Juli 2024 - 19:53 WIB

Tingkatkan Utilisasi JMO, BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Company Visit 

18 Juli 2024 - 12:55 WIB

Bonceng Anak Naik Motor, Perhatikan 5 Hal ini Agar #Cari Aman Saat Berkendara

18 Juli 2024 - 11:55 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Resmi Rilis Laporan Kinerja Tahun 2023, Ini Dia Prestasinya

17 Juli 2024 - 22:49 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp 42 Juta untuk Nelayan di Wilayah Kabupaten Pasuruan

17 Juli 2024 - 22:25 WIB

Trending di Kabar Society