Gempol (Kabarpas.com) – Sejumlah fasilitas pendidikan di Kabupaten Pasuruan yang mengalami kerusakan, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya yaitu SDN Gempol II, di Kecamatan Gempol, yang akan mendapatkan bantuan senilai Rp 225 Juta.
Seperti diketahui sebelumnya, terdapat beberapa ruang kelas di SDN Gempol II ini yang ambruk setelah diguyur hujan deras. Tiga ruang kelas yang ambruk masing-masing adalah ruang kelas 4, 5, dan 6.
Awalnya yang jebol adalah atap di ruang kelas 6, tapi tidak lama kemudian merembet ke ruang kelas 5 dan 4, sehingga para siswa pun terpaksa menggunakan perpustakaan dan ruang pertemuan, sebagai tempat untuk belajar.
“Tahun ini kami akan segera memperbaiki seluruh ruangan di sekolahan ini yang rusak, sebab ini sifatnya urgen,” kata Wakil Bupati Pasuruan, Riang Kulup Prayudha, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dengan Mustain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Rabu (11/03/2015) siang.
Dalam sidak tersebut, Gagah, sapaan akrab Wakil Bupati Riang Kulup Prayudha, mengecek kondisi terkini dari 3 ruang kelas yang ambruk setelah diguyur hujan deras, pada awal Desember 2014 lalu.
Gagah mengaku, saat ini Pemkab Pasuruan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 225 juta yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pasuruan tahun 2015 ini.
Dijelaskannya, kalau saat ini Pemkab Pasuruan melalui Dinas Pendidikan telah melalukan beberapa hal, yakni mulai dari pendataan jumlah kerusakan hingga pemilihan rekanan yang dipercaya untuk memperbaiki ruang kelas di SDN Gempol II tersebut. “Kaau dari pengamatan, rusaknya kelas ini karena kualitas rehab yang kurang layak. Maka dari itu, rekanan yang dipilih juga harus betul-betul rekanan yang dapat dipercaya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, kalau pihaknya telah menargetkan bahwa dalam pertengahan tahun ini, seluruh ruang kelas yang rusak itu bisa langsung diperbaiki, sehingga para pelajar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelasnya masing-masing.
“Saya harapkan agar Dispendik melakukan pengawasan yang intens. Jangan sampai kejadian ambruknya ruang kelas ini terulang kembali. Namun, meski begitu untungnya pada saat kejadian itu tidak ada satu siswa siswi pun yang menjadi korban runtuhnya bangunan,” terang pria yang hobi bermain olahraga badminton tersebut. (iim/sym).



















