Pelaku Gendam Menyaru Staff Kecamatan, Gasak Uang dan HP di Toko Pakaian

Probolinggo, kabarpas.com – Berbagai macam modus pelaku kriminal untuk memperdayai korbanya, salah satunya yang terjadi di sebuah toko pakaian Chireen Collection milik Yati (32) , di jalan Brantas, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Pelaku kejahatan yang menyaru sebagai staff kecamatan Kademangan berhasil menguras uang milki jurangan toko dan Hp karyawan toko bernama Ana Febri (17).

Ana Febri , menceritakan, kejadian ini pada hari Rabu (16/6/2021) sekitar jam 13.00, pelaku masuk ke dalam toko, dan mengatakan kalau disuruh pemiliknya untuk mengecek CCTV dan jaringan Wifi.

“Pelaku seperti menerima telepon, seakan-akan telepon tersebut dari juragan saya, kemudian pelaku mengecek CCTV dan jaringan Wifi , kemudian dia bilang kalau CCTV panas, kemudian CCTV dan Wifi dimatikan,“ ujar Ana Febri. Kamis (17/6/2021).

Ana menambahkan, rekaman CCTV toko hanya merekam separuh saja, karena CCTV dimatikan oleh pelaku.

“Setelah pelaku melihat arah kamera (atas) kemudian mati, karena CCTV-nya dimatikan. Kemudian saat pelaku meminta uang, saya hanya bilang kalau di laci hanya ada Rp 530 ribu, dan pelaku bilang tidak apa-apa,“ sambungnya.

Ia memberikan semua permintaan pelaku, karena dikira sudah sepengtahuan juragannya, dan pelaku memakai seragam putih hitam mengaku pegawai Kecamatan Kademangan.

“Saya percaya saja karena pelaku memakai seragam seperti pegawai, dan mengaku dari Kecamatan, bahkan ada anak teman saya yang ditawarkan pekerjaan menjadi pegawai kecamatan, selain itu saat pegawai kecamatan pulang, pelaku juga bilang bisa agak cepat itu teman saya di kecamatan sudah pulang semua,“ tegasnya.

Tak lama kemudian Yati datang ke toko, menanyakan tentang kejadian tersebut, ia mengaku tidak menyuruh siapa pun dan tidak menerima telepon dari yang bersangkutan.

“Akhirnya saya sadar kalau ini adalah gendam, dan hipnotis pelaku,“ sambungnya.

Sementara itu yati, Pemilik toko Chireen Collection, menambahkan yang ia heran kok pelaku tahu nama dia adalah Yati, karena selama ini tiap ada order atau mengirim barang ke konsumen ia selalu memakai nama Chireen Collection.

“Nama Yati hanya orang tertentu saja yang tahu, dan biasanya saya memakai nama Chireen Collection tapi pelaku kok tahu nama saya,” ujar Yati.

Dan untungnya, tambah Ia, kalau kejadian ini tak terjadi pada Hari selasa, sebab menurutnya pada hari itu di toko ini ada banyak uang, baik uang hasil jualan toko atau uang arisan.

“Untung pak, kalau hari sebelumnya di toko banyak uang arisan, dan uang hasil jualan, dan saya sudah wanti-wanti kepada karyawan saya agar selalu hati-hati , karena di kawasan sini sering terjadi gendam, tapi ternyata kebobolan juga,“ imbuhnya.

Dikonfirmasi tempat terpisah, Kapolsek Kademangan, Kompol Sumardjo menuturkan, Unit Reskrim Polsek Kademangan sudah ke TKP dan korban dimintai keterangan di Mapolsek. Termasuk nama Kus, di staf Kecamatan Kademangan tidak ada, dan itu modus hanya pelaku.

“Kita lakukan lidik, dan staff Kecamatan Kademangan itu modus hanya modus pelaku saja,“ ujar Kapolsek Kademangan.

Ia menghimbau kepada Masyarakat Probolinggo untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap orang tidak dikenal yang mengaku dari instansi manapun.

“Modus pelaku banyak , dan berbagai cara, masyarakat diharap hati-hati dan bila mencurigakan bisa melapor ke polisi,“ pungkasnya. (wil/gus).