Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 21 Nov 2014 12:07 WIB ·

Pelaku Dugaan Kasus Pencabulan 9 Siswi SMP Belum Diperiksa


Pelaku Dugaan Kasus Pencabulan 9 Siswi SMP Belum Diperiksa Perbesar

Bangil (Kabarpas.com) – Hingga kini pelaku dugaan kasus pencabulan terhadap 9 siswi sebuah SMP negeri di Kota Pasuruan, yang dilaporkan pada Selasa (18/11/2014) kemarin. Sampai saat ini masih belum diperiksa oleh pihak Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pasuruan.

Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, bahwa pelaku dugaan kasus pencabulan ini diketahui berinisial BH, yang merupakan oknum polisi berpangkat Aiptu yang saat ini bertugas sebagai kanit intelkam di Mapolsek Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Sebelum bertugas di Mapolsek Kejayan, pelaku juga sempat menjadi kanit Intelkam di Mapolsek Pasrepan, kabupaten setempat. Namun, dikarenakan terlibat suatu kasus. Akhirnya, pelaku yang dijuluki dengan sebutan awu-awu ini, dipindah tugas ke mapolsek yang lain.

“Kami masih menunggu hasil penyelidikan yang saat ini masih ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pasuruan. Sehingga pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih belum bisa kami lakukan,” ujar Kanit Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Pasuruan, Ipda Joko Sutrisno kepada Kabarpas.com, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat, (21/11/2014).

Kendati demikian, Joko menegaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap jalannya kasus ini. Dan dikarenakan yang bersangkutan adalah oknum polisi. Maka pihaknya akan tetap memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

“Bila memang anggota kami ini terbukti bersalah, maka akan kami berikan sanksi kepadanya. Tentunya sanksi sesuai dengan apa yang dilanggarnya. Dan kami saat ini menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus ini ke pihak Polresta Pasuruan. Karena waktu itu dia dilaporkan di sana (Polresta Pasuruan). Sehingga tentunya penanganannya ada di sana,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan siswi sebuah smp negeri di Kota Pasuruan diduga menjadi korban pencabulan dengan modus hipnoterapi yang diduga dilakukan Ketua Komite sekolah yang juga merupakan anggota kepolisian.

Akibat perbuatan itu, lima dari sembilan siswa melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polresta Pasuruan, Selasa (18/11/2014) kemarin. Saat ini, kasus tersebut masih ditangani oleh Unita Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pasuruan. (ajo/uje).

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42 WIB

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55 WIB

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15 WIB

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42 WIB

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43 WIB

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07 WIB

Trending di Teras