Jumat, 06 Maret 2026 – 09.07 | 641 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember memicu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Situasi ini disebut-sebut dipicu isu memanasnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada pasokan minyak dunia.
Isu yang beredar menyebutkan adanya potensi penutupan Selat Hormuz jalur strategis perdagangan minyak dunia akibat ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Kabar tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat hingga terjadi aksi pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait segera melakukan langkah cepat dengan menggelar rapat koordinasi darurat bersama Pertamina dan Hiswana Migas. Rapat yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Kamis (5/3/2026), itu dilakukan secara daring untuk memastikan kondisi pasokan BBM di wilayah Jember.
Dalam rapat tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Jember, Andi Reza memastikan bahwa distribusi BBM di wilayah Jember masih dalam kondisi normal dan tidak mengalami gangguan pasokan.
Ia menjelaskan bahwa antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya pembelian masyarakat akibat kekhawatiran terhadap situasi global, bukan karena adanya pengurangan distribusi.
“Pada prinsipnya penyaluran BBM ke SPBU tetap normal. Tidak ada pengurangan suplai dan tidak ada kendala distribusi dari depo. Stok BBM di Jember saat ini juga dalam kondisi aman,” kata Andi.
Menurutnya, saat ini tersedia stok sekitar 584 ton untuk Pertalite yang siap disalurkan kepada masyarakat. Sedangkan Pertamax stok tersedia sekitar 279 ton untuk menjaga stabilitas distribusi, khususnya di wilayah perkotaan.
Hal senada disampaikan Ketua Hiswana Migas DPC Besuki, Ikbal Wilda Fardana. Ia memastikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Jember dan sekitarnya masih cukup dan distribusi berjalan lancar.
“Pasokan BBM di wilayah Jember dan sekitarnya saat ini masih aman. Distribusi juga berjalan normal tanpa ada gangguan berarti,” ujarnya.
Ikbal mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU dan berkomunikasi dengan pengelola untuk memastikan kondisi stok di lapangan.
Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian SPBU bahkan masih memiliki cadangan BBM hingga sekitar 14 ribu liter yang siap disalurkan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kepanikan masyarakat dalam membeli BBM justru berpotensi menimbulkan persoalan baru berupa kelangkaan di tingkat pengecer.
“Kalau masyarakat membeli dalam jumlah berlebihan, justru bisa memicu kelangkaan. Karena itu, belilah BBM sesuai kebutuhan saja,” tegasnya.
Selain itu, Hiswana Migas juga mengingatkan pengelola SPBU agar lebih selektif dalam melayani pembelian BBM dalam jumlah besar untuk mencegah potensi penimbunan oleh pihak tertentu.
Sementara itu, Bupati Fawait menyatakan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan langkah koordinasi dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan mencegah kepanikan.
Fawait mengakui bahwa situasi global memang sedang tidak stabil akibat konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan internasional, termasuk Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak terbesar di dunia.
Namun demikian, ia menegaskan kondisi tersebut belum berdampak pada pasokan BBM di Jember.
“Setelah kami mendengar langsung penjelasan dari Pertamina dan Hiswana Migas, kondisi BBM di Jember dipastikan aman bahkan melimpah,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya serta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Menurut Fawait, pemerintah daerah bersama instansi terkait juga akan mengantisipasi kemungkinan adanya oknum yang membeli BBM dalam jumlah besar untuk kepentingan tertentu yang dapat memicu keresahan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Manfaatkan momentum Ramadan dengan hal-hal yang positif,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa jika terjadi peningkatan kebutuhan BBM di masyarakat, pemerintah bersama Pertamina siap menambah pasokan agar distribusi tetap terkendali.
“Insyaallah kondisi BBM di Jember tidak terpengaruh oleh situasi konflik di Timur Tengah. Kami harap masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak mudah terpengaruh kabar yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. (dan/ian).



















