Probolinggo, Kabarpas.com – Sebanyak 50 orang dari Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) di wilayah barat Kabupaten Probolinggo diberi sosialisasi keselamatan berkendara di jalan raya di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa Kabupaten Probolinggo,
Kegiatan ini digelar oleh Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Gender Equality and Social Inclusion in Infrastructure (GESIT) atau Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial Dalam Infrastruktur oleh Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang kebijakan-kebijakan di jalan raya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, keamanan tentang rambu-rambu lalu lintas di jalan raya dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo serta infrastruktur jalan raya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo.
Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang berkendara yang berkeselamatan di jalan raya serta mematuhi setiap peraturan lalu lintas.
“Selain itu untuk memberikan pemahaman mengenai Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” katanya.
Menurut Nurayati, kegiatan merupakan tindak lanjut dari kerjasama PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo dengan GESIT oleh Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) dalam bidang infrastruktur.
“Alhamdulillah, sebagai pilot project tahun sebelumnya kami dianggap berhasil. Sekarang kita implementasi dari pilot projectnya itu. Tahun kemarin kita hanya dikontrak 5 bulan dan sekarang ini 2 tahun,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini Nurayati mengharapkan ada rekomendasi kepada pemerintah daerah supaya ada peran dari pemerintah desa melalui Dana Desa (DD). “Harapannya ada keterlibatan kaum perempuan dalam kebijakan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan sampai evaluasi. Insya Allah infrastruktur di Kabupaten Probolinggo bisa aksesibel inklusi bagi kita semua,” pungkasnya. (len/ian).

















