Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Momen Hari Natal dan pergantian Tahun baru merupakan momen yang dinantikan dan diagendakan seluruh elemen masyarakat untuk memperingati serta merayakanya. Namun, bagaimana dengan warga Binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan (Lapas).
Untuk mengetahui lebih dekat apa yang dilakukan warga binaan, jurnalis Kabarpas.com sengaja menyempatkan diri untuk datang ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B di Kota Probolinggo.
Mengingat di masa Pandemi Covid-19, sehingga saat masuk ke Lapas ini dilakukan pengecekan suhu tubuh, cuci tangan dan dipastikan selalu memakai masker untuk meminimalisir penularan Covid-19.
Kalapas Kelas II B Kota Probolinggo, Risman Somantri menuturkan tidak ada perayaan pergantian Tahun Baru yang berati di Lapas ini, karena Lapas sifatnya pembinaan kepada mereka yang kini telah tersandung hukum. Yang ada hanya aktifitas rutin pembinaan baik mental dan pembinaan ketrampilan.
Di Lapas ini ada sekitar 600 warga binaan dan semuanya selalu diberikan pembinaan mental dan ketrampilan, agar nantinya bermanfaat dinsaat mereka kembali ke masyarakat.
“Agar nantinya bisa bermanfaat dan berguna bila kembali ke masyarakat,” ujar Risman kepada Kabarpas.com. Sabtu (25/12/2020).
Dengan jadwal yang sudah ditetapkan, warga binaan diberikan ketrampilan sesuai dengan bakat dan ketrampilanya, dan yang menjadi bangga warga binaan di Lapas Kelas II B ternyata banyak yang paham dengan alat musik. Dan kini sudah terbentuk grup musik di Lapas ini.
“Warga binaan kami juga pernah mengikuti Festival musik antar Lapas tingkat Nasional secara Virtual, dan semua personil warga binaan lapas kelas II B Kota Probolinggo. Genre yang mereka pilih all round , dari genre dangdut sampai Rock. Grup ini diberi nama Prolink Band, dan sudah menguasai banyak lagu berbagai Genre musik,” tandasnya.
Semoga nantinya , ketrampilan mereka bermanfaat dan bisa untuk menunjang perekonomian mereka di saat kembali ke masyarakat.
“Motivasi yang selalu saya tekankan bila menggeluti sesuatu yang bermanfaat dan baik, jangan setengah-setengah,” tutupnya. (wil/gus).

















