Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Pasuruan, Kabarpas.com – Masih sedikitnya perusahaan di wilayah Kabupaten Pasuruan yang melakukan konservasi, menjadi perhatian khusus Sugianto, pegiat lingkungan dari si Hijau untuk menggelar acara Jambore Nandur, di kawasan Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, selama 2 hari.
Dalam acara ini, dari sekitar 150 lebih perusahaan yang memanfaatkan air di wilayah Kabupaten Pasuruan, hanya 46 yang hadir dan peduli ikut nandur untuk melakukan konservasi di lereng Gunung Bromo.
Sugi mengaku belum tahu pasti apa alasan ratusan perusahaan yang tidak hadir tersebut untuk melakukan konservasi. Padahal upaya itu dilakukan untuk pelestarian hutan sebagai tangkapan dan menyimpan air guna menyuplai kebutuhan sumber air Umbulan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso.
“Di acara ini melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat petani dan pegiat lingkungan. Kami bersama-sama menunjukkan komitmennya untuk menjaga kelestarian alam lingkungan,” ujar Sugianto.
Menurutnya, konservasi merupakan langkah konkrit untuk pelestarian di bekas lahan banjir bandang.
“Kondisi konservasi ini, karena bekas banjir bandang masih utuh tidak ada rehabilitasi. Makanya kita fokuskan di sini. Karena kami jamin pohon yang ditanam hidup hingga 1 tahun ke depannya, karena terusan dirawat,” tutupnya. (eko/gus).



















