MI Miftahul Ulum Gelar Studi Life Skill di Omah Maggot Warna Warni

Pasuruan, Kabarpas.com – Puluhan siswa-siswi MI Miftahul Ulum Puntir Martopuro Purwosari, Kabupaten Pasuruan antusias mengikuti studi life skiil yang digelar di Omah Manggot Warna-warni (Om Wawa) Maggot Center Pasuruan (MCP) yang lokasinya tidak jauh dari sekolahan tersebut.

Kegiatan yang digelar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) ini, dilaksanakan sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wib dengan metode Modelling dan Karya Wisata. dimulai jam 08.00-12.00.

Ada tiga hal dalam proses belajar yang diikuti para siswa di acara ini, yakni pembelajaran kelas 1 biokonversi Maggot BSF di omah maggot warna warni (OM Wawa), kelas 2 Bijak Plastik dan Bank Sampah, kelas 3 Kebun Lele.

Mereka tampak begitu antusias dalam mengikuti proses pembelajaran karena mereka langsung mendapatkan materi di sumber belajar dan praktek.

Acara ini hasil kolaborasi para pihak dan dihadiri oleh perwakilan dari PT. Tirta Investama (Pabrik Aqua) Pandaan, Budi Santoso selaku CSR, perwakilan PT. Indolakto Purwosari Ari Mahmudi,
Ketua KSM Abi Martopuro, Nurhasan, serta Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Hetnee Hurin’in.

“Tujuan acara ini ialah untuk meningkatkan kecakapan hidup para siswa sejak sekolah dasar melalui sekolah kewirausahaan cilik (KRUCIL) di Omah Maggot BSF WarnA Warni Maggot Center Pasuruan. Sekaligus mengenalkan bagaimana permasalahan sampah dapat didayagunakan sebagai pakan maggot kemudian dijadikan sebagai pakan unggas dan lele. Serta mendayagunakan sampah an organik melalui sistem bank sampah untuk mendapatkan nilai ekonomi dan linggkungan,” ujarnya.

M.Kholis Akbar selaku Manager MCP berharap ada banyak hal positif yang didapat para siswa dari acara ini.

“Harapan dari kegaiatan ini adalah pertama menuju sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Kedua untuk meningkatkan lif skill/kecakapan hidup kepada anak sehingga mampu dalam memecahkan masalah dan soluainya. Ketiga mengenalkan belajar integrasi biokonversi maggot bsf dengan unggas, lele dan pertanian berkelanjutan. Dan yang terakhir adalah menumbuhkan jiwa anak anak dalam berwirausaha,” pungkasnya. (***)