Probolinggo, Kabarpas.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Kepemudaan, Pariwisata dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba fashion batik dengan tema “Batik Moeslem Ready to Wear 2023” di lapangan barat Alun-alun Kota Kraksaan.
Lomba fashion batik 2023 yang dibuka oleh Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko ini digelar untuk turut serta memeriahkan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap Minggu pagi di Alun-alun Kota Kraksaan.
Kegiatan yang diikuti oleh 43 pelajar dari Kabupaten dan Kota Probolinggo ini dihadiri oleh Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Taufik Alami, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi serta Camat se-Kabupaten Probolinggo.
Selama berlenggak lenggok di atas karpet merah, mereka akan dinilai oleh dewan juri dari Pengamat Batik APBBA Kabupaten Probolinggo, Pengamat Fashion dari Dot Collection dan perwakilan Pokja III TP PKK Kabupaten Probolinggo. Kriteria penilaian meliputi kesesuaian tema, penerapan kain motif batik 70%, fashion/gaya dan ekspresi.
Kegiatan ini sejatinya untuk mengangkat minat masyarakat dalam menghasilkan karya dan inovasi dalam dunia batik. “Dengan dasar tersebut selayaknya pula sebagai tugas utama kita untuk memberi ruang berekspresi para pemuda dan masyarakat untuk berekspresi dalam pemakaian batik,” ujar Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Probolinggo Iswahyuni Mahbub.
Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan dalam kegiatan bersamaan dengan CFD Kraksaan ini, TP PKK Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Disporapar Kabupaten Probolinggo bersama-sama memberi ruang kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk berekpresi menciptakan suatu produk berbahan batik terutama batik Kabupaten Probolinggo.
“Dengan harapan batik Probolinggo akan menjadi busana yang akan dipakai dari anak-anak sampai ibu rumah tangga dalam kesehariannya akan terbiasa memakai batik, terutama batik asli Probolinggo,” katanya. (sam/ian).

















