Merdeka

Oleh : Gus Haidar Hafeez, Budayawan Pasuruan / Presiden Rumah Sastra

Sampai kapanpun merdeka
Tidak merdeka atau mati
Merdeka tetaplah merdeka
Pekik merdeka bukan pekik yang lain
Walau pekik merdeka
Hanya sebatas zikir sirri
Merdeka tetaplah merdeka
Merdekalah jiwa jiwa hampa

Dalam mengarungi lautan nasi bungkus
Menebusnya dengan keringat
Dalam mengitari secangkir kopi pahit
Menebusnya dengan sisa uang ngamen
Merdeklah jiwa jiwa merah putih

Dengan tepuk tepuk
Kau katakan dari pada mencuri
Sebaiknyalah ngamen
Dari pada bohongi orang
Sepatutnyalah gemis
Dari pada korupsi
Sebaiknyalah menyanyikan lagu Indonesia raya
Dari pada memerambah hutan
Sebaiknyalah merambah gunung dan leburkan jiwa pecinta alam
Merdeklah jiwa jiwa terlantar

Gelandangan berakal
Dan gelandangan tidak berakal
Tetaplah merdeka
Idiot tak halangi pekik merdeka
Merdekalah manusia dengan separuh jiwa
Mengetuk belaskasihan dengan ngamen
Berharap receh temeh
Bukan yang lain
Berharap uang koin
Bukan uang kertas
Berharap sisa bila ada sisa
Medekalah jiwa jiwa Indonesia

Pancasila falsafah negara
Tidak dogma atau suka sukanya sebagai falsafah
Merdekalah merdeka
Jiwa jiwa tidak menindas
Dengan kepentingan ataupun politik
Merdekalah merdeka jiwa jiwa ramah

Tidak harus menang ataupun kalah
Hidup indah senantiasa mengalah
Sabar jiwa jiwa berkawan Tuhan
Merdekalah jiwa jiwa istikamah ber Indonesia

Tidak jiwa jiwa hendak menikam Indonesia
Menjadi hilafah
Membuang Pancasila sebagai sampah
Ber apa saja di Indonesia adalah merdeka
Merdekalah jiwa jiwa
Mereka yang bertaruh nyawa
Untuk ber merah putih
Merdekalah kiai Abdul Jalil Sidogiri

Memandang kami kami masih ber merah putih
Indonesia harga mati
Merdekalah merdeka
Jiwa jiwa merdeka
Bahwa sakit cara tuhan memerdekakan manusia dari sngatan neraka
Merekalah jiwa yang iklas dengan sakitnya
Merdekalah si pikun
Merdekalah si gila

Pikun dan gila sakit di atas sakit
Pikun dan gila
Sakit yang tiada kecuali karena tuhan
lklas adalah jalan pikun dan gila
Merdekalah merdeka
Sudah pikun terlantar
Merdekalah merdeka

Sudah gila mengelandang
Bumi seisinya milik tuhan
Tuhan bagi si pikun adalah pencipta pikun
Tuhan bagi si gila adalah segala
Merdekalah merdeka
Mereka pengidap aids

Jiwa yang labil
Membimbing menuju tuhan pencipta kematian
Serupa Jibril mendatangi Rasul
Aids kepada pezina
Merdekalah merdeka

Si miskin dari pungutan pajak
Bukan merdeka sebab amnesti pajak
Dari mana pajak atau zakat
Sedekah saja tangan masih di bawah
Merdekalah merdeka
Muhammad Sololohu alaihi wasallama
Dalam doanya berharap miskin

______________________________________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com akan memuat rubrik khusus “Ruang Sastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com. Untuk setiap karya yang dimuat dalam rubrik “Ruang Sastra” akan mendapatkan merchandise menarik dari Kabarpas.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *