Probolinggo, Kabarpas.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini respon cepat aduan Buasim Mulyo, warga Desa Tanjung Rejo terkait pungutan Bansos yang dilakukan oleh oknum petugas di desanya. Menurut Buasim, pungutan Ini bervariasi berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,8 juta ke warga penerima. Dirinya sudah melaporkannya ke Polisi namun masih belum ada tanggapan.
“Saya sudah lapor ke Polisi, kalau tidak salah bulan Oktober 2021 bu Menteri, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda diproses, makanya saya mendengar ada Menteri sosial ke Bantaran saya datang dari Tongas ke sini ingin melapor langsung ke Bu Risma dan saya membawa berlembar-lembar berkas bukti,“ ujar Buasim Mulyo. Senin (21/02/2021).
Mendapat laporan tersebut Menteri Sosial, Tri Rismaharini langsung memanggil stafnya untuk menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut. Staf Kemensos memeriksa berkas-berkas yang dibawa pelapor untuk dikaji lebih lanjut.
“Saya akan tindak lanjuti laporan warga terkait pungutan bansos tersebut. Ada staf saya yang dulu di KPK sekarang di Kemensos lagi memeriksa, dan kami akan bersinergi dengan Bareskrim dan Polres setempat untuk menangani kasus ini,“ kata Tri Rismaharini.
Lebih lanjut Rismaharini menegaskan, untuk penuntasan transaksi pemanfaat Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di wilayah Probolinggo masih kurang 5 ribuan, dan kekurangan ini akan diselesaikan secepatnya.
“Kita percepat penyelesaianya, semoga dalam 2 atau 3 hari ini penuntasan penerima Bansos di wilayah Probolinggo ini sudah selesai,” tegasnya.
Sebagai informasi Menteri Sosial melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, salah satunya adalah mendatangi kegiatan penuntasan Transaksi Pemanfaatan Bansos BNPT di Kantor Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. (pj/tin).

















