Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 9 Mar 2024 14:33 WIB ·

Malam Ini, Haul Kiai Moenasir Ali, Sang Komandan Perang Gerilya Batalyon Condromowo


Malam Ini, Haul Kiai Moenasir Ali, Sang Komandan Perang Gerilya Batalyon Condromowo Perbesar

Mojokerto, Kabarpas.com – Bertempat di Kompleks Baitul Munasir, Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto, sabtu malam ini digelar Haul ke-22 KH. Moenasir Ali, ulama pejuang di masa perang gerilya mempertahankan kemerdekaan RI di tahun 1945 hingga 1949. Kiai Moenasir mencatatkan diri sebagai satu dari ulama Nahdlatul Ulama yang mencetuskan karir militernya pasca revolusi kemerdekaan. Di masa peperangan, Kiai Moenasir adalah Komandan Batalyon Pasukan Hizbullah yang terkenal dengan nama Batalyon Condromowo atau dalam pasukan gerilya diberi label Batalyon 39/Brawijaya.

Publikasi penelitian berjudul ‘Dari Militer ke Panggung Politik: Biografi KH. Muhammad Munasir Ali Tahun 1958-1998, yang ditulis Tim Universitas Jember, Farid Hidayat, dkk menyebutkan setelah melewati masa perang gerilya dan karir militernya, KH Moenasir Ali menjadi tokoh NU yang berkiprah dalam panggung politik, khususnya di Parlemen. Kiprah politik KH Moenasir Ali tidak lepas dari pendidikan di pesantren dan karirnya dalam Hizbullah dan militer. Pendidikan pondok pesantren membentuk karakter dan kepribadiannya. “Kemudian ditambah ketika almarhum menjadi Komandan Hizbullah mampu membentuk jiwa kepemimpinannya saat memimpir pasukan tempur Batalyon Condromowo,” ungkap Taufiq.

Pasca pensiun dari militer tahun 1958, Moenasir Ali tertarik pada perjuangan
politik. Dorongan tersebut kemudian Moenasir ditarik menjadi anggota Dewan Nasional tahun 1958 dan Dewan Perancang Pembangunan Nasional 1959. Karir politiknya semakin terbuka ketika awal Orde Baru, Moenasir Ali ditarik menjadi anggota DPRGR tambahan tahun 1967-1971. Hal itu kemudian berlanjut ketika ia menjadi anggota DPR sampai tahun 1987. Selama menjadi anggota Parlemen, Moenasir Ali secara kolektif banyak menyumbangkan pikiran dan gagasannya dalam setiap kebijakan maupun gerakan yang dilakukan DPR atas kebijakan Pemerintah maupun permasalahan bangsa. Setiap pergerakan ia tidak lepas dari pengaruh pengetahun politik dari pesantren, yang kemudian ditambah dengan pengalamannya dalam militer yang menuntut sikap tegas dan berani dalam menghadapi suatu permasalahan.

“Hal itulah kemudian yang diimplementasikannya dalam setiap sikap politiknya,” tegasnya.

Sementara selain berkiprah dalam parlemen, Kiai Moenasir juga aktif di NU. Ia menjadi Pengurus Besar Pertanu sampai tahun 1973, yang kemudian melebur menjadi HKTI dengan organisasi tani lainnya. Munasir Ali juga menjadi salah satu tokoh yang membentuk HKTI, sekaligus menjadi Ketua 1 HKTI.

Kemudian dalam struktural NU, Kiai Mienasir diamanahi menjadi Sekretaris Jenderal PBNU tahun 1979-1984, Mustasyar PBNU tahun 1984-1989, Rois Syuriah tahun 1989-1994, dan Mustasyar tahun 1994-1999. Selama menjadi pengurus NU, ia banyak melakukan terobosan terutama yang berkaitan dengan kesekretariatan dan keorganisasian sebagai Sekretaris Jenderal PBNU, ia juga menjadi salah satu tim perumus pemulihan Khittah NU pada Muktamar di Yogyakarta tahun 1989.

Haul ke-22 KH Moenasir Ali malam ini juga bersamaan dengan peringatan 14 tahun wafat sang putra yang juga pernah menjadi petinggi PBNU dan Menteri Negara BUMN era kepemimpinan Presiden KH. Abdurrahman Wahid. Haul berlangsung di kompleks makam keluarga ‘Baitul Munasir’ pinggiran bara-utara Kota Mojosari, Mojokerto. Hadir sebagai pembicara dalam haul yang disiarkan langsung TV9 tersebut, KH Agus Sabuth Panoto Projo, putra ulama kharismatik, Almarhum KH. Hamim Djazuli atau Gus Miek.

Sebelumnya, pada Jumat (8/3/2024) malam, juga digelar kegiatan ‘Ngopi Santai’ menggali Kisah Perjalanan Hidup 2 Tokoh Asli Mojosari Mojokerto yang mendunia, KH Moenasir Ali dan KH Rozi Munir. Diskusi santai menghadirkan pihak keluarga, peneliti sejarah, pemerintah daerah, dipandu Wiyanto Su’ud yang juga Tim Pengusul Pahwalan Nasiional untuk KH Moenasir Ali. (dit/gus).

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

AHM Luncurkan Rebel 1100 Bagi Pecinta Big Bike Cruiser, Segini Harga di Jatim

15 Juni 2024 - 11:49 WIB

FGD Optimalisasi dan Efisiensi PJU, Dishub Probolinggo Terima Studi Tiru Dishub Kabupaten Nganjuk

15 Juni 2024 - 11:41 WIB

Freddy Poernomo Minta Kaum Muda Harus Kritis dan Tak Boleh Diam dalam Berdemokrasi

14 Juni 2024 - 19:43 WIB

Puncak Peringatan HLUN ke-28, Gus Ipul Dukung Lansia Sehat dan Mandiri

14 Juni 2024 - 19:29 WIB

Breaking News! Penjual Ikan Keliling di Pasuruan Tewas Ditabrak KA Pandalungan

14 Juni 2024 - 11:02 WIB

Puluhan Pelajar di Kota Pasuruan Bertanding di O2SN Cabor Renang

14 Juni 2024 - 09:13 WIB

Trending di Berita Pasuruan