Maknai Kartini di Tengah Pandemi, Srikandi PKB Beri Motivasi Perempuan Masa Kini

Sidoarjo, Kabarpas.com – RA Kartini merupakan salah satu pahlawan nasional, sebagai pelopor kebangkitan kaum perempuan Indonesia. Tak salah jika kemudian RA Kartini dikenal sebagai pahlawan emansipasi wanita Indonesia dan mendapat penghormatan Pemerintah Republik Indonesia. Untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasanya tersebut, maka pemerintah menetapkan tanggal 21 April sebagai hari Kartini dan hingga saat ini terus diperingati.

Lantas bagaimana peran perempuan pada pendidikan anak di masa pandemi, kebijakan pemerintah untuk pembelajaran daring dalam dunia pendidikan, peran perempuan dalam pemerintahan, sosial hingga sebagai Ibu Rumah tangga. Oleh karena itu, Hj Anik Maslachah memberikan motivasi kepada perempuan di masa pandemi Covid-19 yang hingga April 2021 ini masih melanda dunia, serta berdampak kepada seluruh sistem bergeraknya kehidupan bernegara dan perekonomian manusia.

Wanita yang lahir pada 48 tahum silam asal Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur ini, memiliki prinsip-prinsip yang juga layak di contoh bagi perempuan Indonesia saat ini. Menurutnya, sebagai kartini masa kini bagaimana sosok kartini yang bisa memberikan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya, bertanggung jawab, berdikari tinggi untuk selalu berusaha mewujudkan persamaan hak, perempuan harus selalu ada untuk bisa meraih cita dan asa dalam kehidupan.

“Perempuan tetap harus menjadi ibu bagi anak anaknya,  meski beraktivitas sebagai tokoh publik. Menyediakan waktu bagi keluarga, karena sentuhan kasih sayang ibu tidak tergantikan. Ibu menjadi guru pertama dan utama bagi anak-anaknya,” kata Anik Rabu, (21/4/2021).

Anik Maslachah, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus merupakan politikus perempuan saat ini sebagai Sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Jawa Timur tersebut menuturkan, banyak keberhasilan seorang anak yang berawal dari keluarga berkualitas yang bukan diukur dari seberapa banyak waktu yang digunakan dengan keluarga, tapi bagaimana waktu yang ada itu bermanfaat.

“Perempuan perlu beraktivitas sosial,  sehingga memperkaya pengalaman yang bisa bermanfaat  dalam  pengelolaan hidup yang sehat dan bermartabat. Seringkali perempuan yang beraktifitas sosial lebih punya daya tahan ketimbang berfungsi domistik saja,” kata Anik.

Lantas bagaimana peranan sebagai ibu rumah tangga kepada anak dalam penerapan belajar daring (dalam jaringan) internet lantaran masa pandemi tahun ke 2 ini, Srikandi PKB itu memiliki prinsip, menurutnya perempuan harus jadi warga terdidik, yang selalu belajar setiap saat. Sehingga ketika aktifitas pendidikan masih daring, seorang ibu bisa menjadi guru bagi putra-putri nya secara terarah.

“Sebab tidak dinafikan akibat belajar di rumah, angka kekerasan pada anak yg dilakukan orang terdekatnya makin kian tinggi. Pun juga kenakalan anak juga makin tak terbendung,” katanya.

Dalam kacamata sosial tidak ada pembatasan yang membelenggu, era modern sekarang ini harus dijadikan lahan pembebasan sepenuhnya atau menjadi lahan yang sebebas-bebasnya bagi pergerakan perempuan tetapi jangan lupa adanya keterikatan aturan, norma sosial  serta hak dan kewajibannya sebagai seorang perempuan.

Politisi PKB ini juga memiliki saran dan pesan buat wanita hebat di luar sana dalam menghadapi masa pandemi ini. Dalam sejumlah kesibukan dunia karir pekerjaan, menurut nya perempuan juga harus berperan sebagai menejer keuangan, saat pandemi yg berdampak pada resesi ekonomi seperti saat ini. Dan pengetahuan tentang kesehatan bagi perempuan juga diperlukan untuk menjaga eksistensi sebagai ibu rumah tangga yang juga menjadi kewajiban seorang istri kepada suami dan anak-anak dalam keluarga.

“Maka literasi keuangan sangat penting dimana perempuan harus mampu mengatur berdasarkan kebutuhan skala prioritas agar tetap harmonis dalam keluarga. Perempuan harus punya literasi kesehatan, karena kesehatan keluarga bermula dari sejauh mana peran ibu merawat kesehatan dirinya dan keluarganya,” pungkas Anik. (yan/gus).