Libur Nataru, Puncak Seruni Poin Ramai Diserbu Wisatawan

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Titin Sukmawati

 

Pobolinggo, Kabarpas.com – Destinasi Baru Wisata Gunung Bromo “Puncak seruni poin” di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo di momen liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini ramai diserbu wisatawan.

Para wisatawan domestik maupun mmancanegara itu beramai-ramai mendatangi desitnasi wisata baru yang memanjakan spot untuk melihat keindahan Gunung Bromo, dan Matahari Terbit dengan Leluasa.

Mereka memilih mampir ke Puncak Seruni Poin di Kawasan Gunung Bromo tersebut, karena penasaran terhadap tempat ini.

“Tenryata puncak Seruni Poin ini luar biasa dan mazing. Dari kejauhan layaknya Greatwall di negeri China, Saya seakan-akan berada di Negeri Tirai Bambu,” ujar Icha, salah satu pengunjung puncak Seruni Poin.

Icha menambahkan, medan menuju ke lokasi ini berat dan harus rela capek naik tangga. Namun, capek yang harus ia rasakan itu menjadi tergantikan dengan kepuasan saat ia sudah sampai di puncak Seruni Poin.

“Medanya, waouw berat. Ada 256 anak tangga, saya sampai ngos-ngosan, tapi setelah nyampai di puncak, rasa pegal dan capek langsug hilang begitu melihat keindahan panorama Gunung Bromo. Ini seakan kita berada di angkasa melihat Bromo,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sukapura, Yulius Christian menjelaskan, puncak Seruni Poin ini dibuat memang bertujuan untuk menambah destinasi baru di Wisata Gunung Bromo.

“Dengan pembangunan menelan biaya Rp 5 miliar. Sehingga diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan yang berkunjung ke Wisata Gunung Bromo,” ungkapnya.

Dan terbukti puncak Seruni Poin yang baru saja diresmikan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari beberapa hari lalu itu, kini telah berhasil menyedot animo wisatawan.

Diprediksi pergantian tahun baru 2018 – 2019, pengunjung di kawasan puncak Seruni Poin ini mencapai puncaknya. Diharapkan perhatian pengelola wisata untuk memperhatikan jumlah pengujung di puncak seruni poin ini. Guna mengantisipasi hal yang tidak terduga dan tidak diinginkan.

“Karena bila konsentrasi wisatawan terpusat di puncak Seruni poin untuk mengabadikan matahari terbit pertama kali di awal tahun 2019, maka akan berdampak tidak baik bagi keselamatan pengunjung, ” tutupnya. (wil/tin).