Libur Idul Adha, Penyebrangan Ketapang-Gilimanuk Menurun Drastis

Banyuwangi, Kabarpas.com – Manager Usaha PT. ASDP Ketapang, Banyuwangi Marsadik mengatakan bahwa penumpang kapal di pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Itu dikarenakan adanya pengurangan jumlah penumpang yang merupakan bagian dari dampak adanya pemberlakuan PPKM Darurat.

“Jelas sangat turun sekitar 50 hingga 60 persen. Selama PPKM ini untuk kendaraan logistik masih normal, tapi yang mengalami penurunan itu kendaraan pribadi dan angkutan umum, apalagi saat ini ada aturan pembatasan jadwal,” katanya.

Selain itu aturan perjalanan penumpang dalam negeri (PPDM) yang semakin kompleks menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pengguna layanan penyebrangan tersebut.

“Saat ini ada tiga syarat. Yang pertama syarat vaksin, syarat Rapid antigen dan yang ketiga itu surat keterangan penugasan dari instansi.  Kurang salah satu itu tidak menyebrang. Jadi dari tanggal 18 hingga 25 itu sama kayak PSBB tidak semua orang bisa menyebrang,” ujarnya.

Sejauh ini kata Marsidik, armada kapal yang beroperasi masih tetap sama. Namun perubahan tersebut hanya berlaku pada rute atau jadwal pemberangkatan bagi pejalan kaki, kendaraan pribadi dan angkutan umum saja.

“Jadi masih tetap dan belum ada pengurangan kapal yang dioperasikan. Jadi yang berubah hanya pembatasan jadwal bagi pejalan kaki, kendaraan pribadi dan angkutan umum saja,” imbuhnya.

Sebagai informasi aturan pembatasan jadwal di pelabuhan Ketapang Banyuwangi – Gilimanuk Jembrana Bali berlaku bagi penumpang roda dua, roda empat atau kendaraan pribadi, kemudian bus. Waktu  penyebrangan di siang hari, mulai jam 06.00 WIB hingga jam 19.00 WIB. (bht/pen).