Jember, Kabarpas.com – Apel Sholawat Kebangsaan di Alun-alun Kecamatan Rambipuji, Minggu (7/12/2025), menjadi momentum bagi Bupati Jember Muhammad Fawait untuk melaporkan berbagai capaian pemerintah daerah sekaligus menyosialisasikan program prioritas kepada masyarakat. Di hadapan ratusan ibu-ibu Muslimat, Fawait menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang telah berjalan selama delapan bulan kepemimpinannya.
Bupati membuka sambutan dengan penjelasan mengapa ia memilih forum keagamaan ini sebagai ruang laporan publik.
“Saya kangen sama emak-emak. Saya kumpulkan di sini supaya saya bisa laporan apa saja yang sudah kami kerjakan selama delapan bulan ini,” ungkapnya.
Salah satu sektor yang paling ditekankan adalah layanan kesehatan gratis berbasis Universal Health Coverage (UHC). Fawait menegaskan bahwa seluruh warga Jember kini bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya, di mana pun mereka berada.
“Saya berjanji memastikan seluruh warga Jember bisa berobat gratis di seluruh Indonesia. Mau kita diolok-olok tidak apa-apa, yang penting manfaatnya sampai ke rakyat,” katanya.
Tak hanya bagi orang sakit, Fawait mengatakan, manfaat itu juga mencakup layanan bagi ibu hamil. “Ibu-ibu yang hamil periksa ke puskesmas gratis. Mau lahiran normal atau caesar juga gratis. Ini hak panjenengan semua, dan pemerintah sudah menanggungnya lewat UHC,” tegasnya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran besar lebih dari 400 miliar di tahun 2026.
“Di era saya, tidak boleh ada orang sakit tidak pada tempatnya. Semua harus di fasilitas kesehatan karena Pemkab sudah menganggarkan kurang lebih Rp430 miliar untuk layanan kesehatan gratis,” jelasnya.
Dengan anggaran dan sistem itu, pemerintah menargetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi serta stunting.
Selain kesehatan, Fawait juga melaporkan progres pembangunan infrastruktur. Ia mengakui perbaikan jalan belum masif tahun ini, namun memastikan perluasan pengerjaan pada tahun berikutnya.
“Saya sudah memulai perbaikan jalan meski tahun ini belum banyak. Tahun 2026 akan kita perluas lagi agar akses warga semakin mudah,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, pemerintah menyiapkan beasiswa kuliah berkapasitas besar untuk masyarakat Jember, melalui Beasiswa Cinta Bergema dengan tujuan pengentasan kemiskinan dalam jangka pendek.
“Kita siapkan beasiswa kuliah untuk 20 ribu anak Jember. Dengan ilmu, kita bisa mempercepat pengentasan kemiskinan,” ucap Fawait.
Bupati juga menyampaikan perkembangan positif mengenai konektivitas udara di Bandara Notohadinegoro. Seperti diketahui, sekarang Jember sudah terhubung dengan Jakarta dan Bali. Hal Ini bagian dari upaya membuka peluang ekonomi baru untuk masyarakat. (dan/ian).



















