Jember, Kabarpas.com – Proses pencairan insentif bagi para guru ngaji di Kabupaten Jember tahun ini mendapat apresiasi luas dari para penerima manfaat. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sistem pencairan dinilai jauh lebih cepat, sederhana, dan transparan. Hal ini menjadi bukti nyata dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait dalam meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan kepada para pengajar keagamaan.
Salah satu penerima insentif, Ilyasin (50), guru ngaji asal Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, mengaku merasakan langsung perubahan signifikan dalam proses pencairan tahun ini. Ia menceritakan bahwa pada periode sebelumnya, alur pencairan honor guru ngaji sering kali memakan waktu lama dan melelahkan.
“Dulu, pencairan insentif guru ngaji sangat sulit. Banyak tahapan yang harus dilalui, mulai dari desa, kecamatan, hingga verifikasi berkas. Antrean di bank juga sangat panjang.
Sekarang, prosesnya jauh lebih sederhana dan cepat. Kami tidak perlu lagi menunggu lama atau bolak-balik hanya untuk urusan administrasi,” ungkapnya, Rabu (8/10/2025).
Selain memudahkan birokrasi, Pemkab Jember juga memastikan ketepatan sasaran penerima insentif. Program ini menjadi bentuk penghargaan bagi para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam pendidikan moral dan spiritual masyarakat di tingkat akar rumput. Honorarium sebesar Rp 1.500.000 yang diterima Ilyasin disebutnya sangat membantu dalam menopang kebutuhan sehari-hari.
“Honor ini sangat berharga bagi kami. Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Gus Fawait atas perhatiannya,” tutur Ilyasin dengan nada haru.
Ia menilai bahwa perhatian pemerintah terhadap guru ngaji tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi moral bagi para pengajar agama untuk terus berkhidmat kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran program ini memperlihatkan komitmen pemerintah dalam menempatkan peran guru ngaji sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan beriman.
Meski demikian, Ilyasin berharap agar proses pendataan guru ngaji di masa mendatang dapat dilakukan secara lebih merata dan berbasis kualitas. Ia menilai bahwa dalam pelaksanaan program ini, pemerintah perlu memberi perhatian lebih kepada guru-guru ngaji yang tetap konsisten mengajar meskipun jumlah santrinya terbatas.
“Kami berharap agar tahun depan semua guru ngaji bisa mendapatkan insentif, asalkan kualitas pengajarannya baik, meskipun jumlah santrinya tidak banyak. Kasihan juga kalau guru yang jam mengajarnya sama, tapi muridnya kurang dari target, jadi tidak dapat insentif,” ujarnya.
Program insentif guru ngaji di Kabupaten Jember terus menunjukkan perbaikan dari tahun ke tahun, baik dari sisi teknis maupun kebijakan. Dengan sistem pencairan yang kini lebih efisien dan tepat sasaran, para penerima manfaat seperti Ilyasin merasakan bukti konkret bahwa perhatian pemerintah hadir dalam bentuk nyata bagi mereka yang mengabdi di bidang keagamaan. (dan/ian).


















