Jember, Kabarpas.com – Bupati Muhammad Fawait mengunjungi kompleks peninggalan purbakala, Situs Duplang di hari pertama agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa/Kelurahan) edisi ke IV di Kecamatan Arjasa.
Di situs yang berada di Desa Kamal, di lereng Gunung Argopuro itu Bupati Fawait melihat langsung bagaimana benda peninggalan lampau yang mengiringi sebuah proses peradaban manusia.
Bupati mengatakan, potensi seperti peninggalan purbakala di Kabupaten Jember lumayan besar. Hal ini bisa menjadi potensi edu wisata untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata.
“Maka harapan kami nanti terkait potensi-potensi wisata, edu wisata itu bisa dipetakan oleh Dinas Pariwisata,” ucapnya di sela-sela kunjungan.
Situs Duplang memiliki beberapa benda peninggalan zaman purbakala seperti Menhir, Watu Kenong, dan Dolmen.
Menhir merupakan batu tegak yang digunakan sebagai benda pemujaan bagi arwah leluhur. Watu Kenong, yaitu batu yang digunakan sebagai tempat persembahan bagi arwah atau roh leluhur. Sedangkan Dolmen, berfungsi sebagai kuburan batu yang terdiri dari batu besar yang ditopang oleh 4-6 batu pada sisi-sisinya kemudian ditutup dengan batu pipih lebar.
Kekayaan alam yang menjadi penyusun cagar budaya menurut bupati, harus disosialisasikan kepada para pelajar di semua tingkatan agar sejarah dari nusantara termasuk sejarah Kabupaten Jember bisa diketahui generasi penerus.
“Konkretnya anak-anak itu dibawa ke sini untuk melihat. Banyak warga Jember yang masih belum tahu, jangan-jangan warga luar Jember pun belum,” kata bupati.
Ke depan, kata bupati, perlu ada semacam pemetaan terhadap peninggalan dan potensi kekayaan lainnya. Agar publik bisa mengetahui mana segmen yang cocok untuk dikunjungi.
“Jadi bisa dipetakan, mana potensi edu wisata yang menarik untuk diketahui oleh anak-anak di Kabupaten Jember, atau bahkan yang dari luar. Sehingga kalau ini banyak pengunjungnya, kita berharap bisa memberikan dampak positif kepada warga sekitar,” tandasnya.
Sebagai informasi, selama ini suplai aliran listrik sampai perawatan Situs Duplang masih digarap secara mandiri oleh penanggung jawab situs. Yang bersumber dari sumbangan seikhlasnya dari para pengunjung lokasi tersebut.
Bupati Fawait berencana, membebaskan tanggungan rekening listrik dan perawatan Situs Duplang agar tidak membebani warga yang mengelola tempat tersebut. (dan/ian).