Probolinggo (Kabarpas.com) – Penyidik dari Komisi Pemberantaran Korupsi (KPK) mendatangi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo. Kedatangan mereka ini, ialah untuk mengklarifikasi terkait penyelidikan kasus korupsi pengadaan paket penerapan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri tahun 2011-2012.
Pantauan Kabarpas.com, ada enam penyidik KPK di bawah pimpinan Novel Baswedan tengah memeriksa 12 orang terkait dugaan korupsi pengadaan paket e-ktp di lingkungan pemerintah Kota Probolinggo. Dari 12 terperiksa, 2 diantaranya pegawai dari Dispendukcapil dan 10 orang berasal dari 5 kecamatan di kota setempat.
Dua orang pegawai Dispendukcapil yang diperiksa bertugas dibagian administrator data base siak atau sistem informasi administrasi dan kependudukan. Sementara 10 orang lain berasal dari Kecamatan Kedopok, Kanigaran, Kademangan, Mayangan, dan Wonoasih.
“Kedatangan mereka ke kantor kami hanya untuk mengklarifikasi terkait pengadaan proyek e-KTP dari pusat, bukan untuk menggeledah,” kata Teguh Bagus Sujarwanto, Kadis Pendukcapil Kota Probolinggo kepada Kabarpas.com.
Selain itu, pihaknya juga optimis tidak akan terjerat kasus penyalahgunaan proyek e-KTP. Sebab menurutnya Dispendukcapil setempat, hanya sebatas menerima sarana prasarana untuk mendukung pelayanan e-KTP. Sedangkan pengadaan ktp elektronik sepenuhnya dilakukan oleh Kemendagri RI.
“Mereka di sini hanya mengecek-ngecek saja. Dan tidak ada satu pun dokumen maupun berkas kami yang disita,” pungkasnya. (har/abu).