Kekuatan Ilahi Robbi

Oleh : Ali Mahfudz

Di sini ada sejuta keheningan dan dalam keheningan ini Tuhan telah menggerakan tanganku untuk menulis puisi dan prosa ini. Semua ini adalah hasil dari perenungan dalam gemuruh hati yang lama tersimpan rapat dalam kepala dan dada, sehingga gemuruh ini dapat diapresiasikan lewat kata. Saya tak mempunyai koma, titik atau kata seru. Semua kata hanya sang raja manusia yang pantas memiliki ini semua.

Kekerdilanku ini takan ku jadikan sebuah symbol untuk melawan ketidakbenaran dalam kultur masyarakat yang modern yang mengedepankan kepalsuan yang terbiasa mengkhianati diri sendiri. Saya mempunyai prinsip bahwa diam itu pengkhianatan diri yang akan menjadi bom waktu dalam diri.

Oleh karana itu saya memberanikan diri menulis puisi dan prosa yang mungkin dapat membuka pola pikir pembaca atau bagi mereka yang dahaga akan makna. Sebab risalah dan kitab-kitab hidup harus terpecahkan bukan untuk di sembunyikan. Alunan kata-kata yang berangkat dari sanubari dan berusaha jujur dengan diri sendiri itulah modal utama saya menulis. Cukup angka sembilan yang saya raih. Sebab angka sepuluh Tuhan yang pantas mendapatkannya.

Sanggar Aspirasi Putih yang selalu menampung dimana suka dan duka menjadi warna yang tetap nyata dan selalu memberikan kesejukan dalam berkaya. Tak ada kat-kata yang sia-sia bila kita memenej jiwa dengan cinta bukan dengan dusta.

Seniman bukanlah orang yang bekerja dengan otot tetapi seniman adalah orang yang bekerja dengan hati dan selalu mengedepankan estetika setiap tangannya bergerak. Semoga tulisan ini dapat mewakili bagi mereka yang haus dan lapar akan makna hidup dan kehidupan. Selamat membaca, kenali diriku di antara yang dongo dan buta dunia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *