Penulis: Rizki Amalia
Editor: Ajeng
Pasuruan, Kabarpas.com – PCR memang disebut sebagai alat yang lebih akurat dalam mendeteksi virus Covid 19. Para ahli dan dan dokter sendiri menyarankana gar pemerintah mendeteksi virus Cvid 19 ini menggunakan rapid moleculer test berbasis PCR daripada menggunakan metode serologi.
Para pakar juga menyebut bahwa PCR lebih akurat jika dibandingkan dengan metode serologi yang sekarang masih digunakan dalam rapid test massal mendeteksi virus corona.
Mengutip CNN Indonesia, tes PCR memang bekerja dengan mendeteksi bahan genetik spesifik yang ada di dalam virus. Bahan genetik ini tergantung dari jenis PCR yang ada. Nantinya petugas kesehatan akan mengambil air liur, menyeka bagian belakang tenggorokan, sampel cairan dari saluran pernapasan bawah atau bisa sampel tinja untuk proses tersebut.
Ketika sampel sudah ada di laboratorium, peneliti akan mengekstrak asam nukleat atau DNA dan RNA yang menyimpan genom virus. Peneliti bisa memperkuat daerah genom menggunakan teknik reaksi berantai transkripsi polerase terbalik. Saat sampel jadi besar dan memiliki salinan maka bisa mereka bandingkan dengan virus corona.
Tes PCR an dikembangkan oleh Fltas Kedokteran niverity ofWashington hanya menargetkan 100 nukleotida yang spesifik untuk virus corona. 100 nukleotida ini termasuk dua gen yang ada di dalam genom virus corona. Sampel akan dianggap positif jika ditemukan dalam dua gen ini. (Mia/Lia).



















